nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lagi, A Pink Dapat Ancaman Bom saat Tampil di Asia Artist Awards 2017

Lidya Hidayati, Jurnalis · Jum'at 17 November 2017 01:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 16 33 1815304 lagi-a-pink-dapat-ancaman-bom-saat-tampil-di-asia-artist-awards-2017-Hi6Nz97ZqK.jpg A Pink (Foto: Soompi)

SEOUL - Untuk ke sekian kalinya, girlband A Pink harus mendapat teror ancaman bom dari pria misterius. Kali ini, ancaman dilayangkan ketika Eun Ji cs hendak tampil di Asia Artist Awards 2017.

- Baca Juga: Kata Keluarga, Sunu dan Umi Pipik Telah Menikah Sejak 3 Tahun Lalu

Menurut laporan, seorang penelefon misterius menghubungi kepolisian dan memberitahu jika dia telah memasang bom di Jamsil Arena tempat digelarnya Asia Artist Awards. Begitu mendapat panggilan tersebut, polisi serta tentara langsung diarahkan ke lokasi.

Polisi dan tentara langsung menyisir seluruh kawasan Jamsil Arena. Namun, hasilnya nihil. Tak ditemukan satu pun bom atau peledak lainnya.

Terkait ancaman bom terbaru ini, Plan A Entertainment selaku agensi A Pink mengaku tak tahu apa-apa. Plan A mengatakan jika mereka tak mendapat peringatan apa pun.

"Kami belum menerima semua informasi hingga saat ini. Kami akan menghubungi kalian begitu kami mengetahui keadaannya," tutur juru bicara Plan A Entertainment seperti dilansir Allkpop.

Hingga kini, masih belum diketahui siapa penelefon misterius sekaligus penebar teror tersebut. Tapi polisi mengatakan jika telefon teror kali ini menunjukkan lokasi peneror berada di Vancouver, Canada.

Informasi keberadaan pelaku ini membuat pihak berwajib yakin jika peneror adalah orang yang sama dengan penyebar ancaman bom A Pink sebelumnya. Sejak teror sebelumnya, polisi dan agensi meyakini jika pelaku teror berada di luar Korea Selatan.

Untuk itulah pihak berwajib meminta bantuan interpol dalam usahanya menangkap pelaku teror. Pelaku sudah masuk dalam daftar Red Notice milik Interpol. Red Notice merupakan permintaan untuk menemukan dan menahan sementara seseorang yang dianggap terlibat dalam kasus kriminal.

Dengan dilibatkannya interpol, diharapkan pelaku yang ada di luar negeri bisa cepat ditangkap. Keterlibatan interpol juga memungkinkan dilakukannya ekstradisi untuk memproses kasus hukum pelaku di Korea.

Oktober lalu, member A Pink, Na Eun juga mendapat teror ketika dia hendak tampil solo di sebuah acara kampus. Dua jam sebelum acara berlangsung, polisi mendapat telepon peringatan. Seseorang tak dikenal mengatakan jika dia telah memasang bom di kampus yang akan segera meledak.

- Baca Juga: Yaah... 3 Tahun Pacaran, Lee Min Ho dan Suzy Bae Resmi Putus

“Bahan peledak telah dipasang,” ujar polisi menirukan kata-kata pelaku.

(edh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini