Image

MOVIE REVIEW: Justice League Angkat Kembali Martabat DC Extended Universe

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 22:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 15 206 1814804 movie-review-justice-league-angkat-kembali-martabat-dc-extended-universe-WDRZ5OWHvS.jpg Poster film Justice League (Foto: Aceshowbiz)

JAKARTA – Salah satu film blockbuster penghujung tahun yang dinanti-nanti akhirnya dirilis juga. Warner Bros dan DC Comics merilis film superhero terakhir mereka di tahun 2017, Justice League.

Film ini mengangkat kembali martabat dari superhero DC Extended Universe. Seperti diketahui, beberapa tahun terakhir karya-karya dari DCEU selalu dianggap gagal. Batman vs Superman: Dawn of Justice dan Suicide Squad merupakan dua film DCEU yang dianggap gagal. Sementara itu Wonder Woman sedikit mengharumkan nama DC saat dirilis pada bulan Juni lalu.

Baca Juga: Battleship Island, Tumpah Darah Rakyat Korea dari Kejamnya Jepang

Zack Snyder, sang sutradara, akhirnya menemukan formula pas untuk kembali menuai pujian dari para penggemar DC. Berkaca pada kesalahan-kesalahan sebelumnya, Snyder membuat film Justice League menjadi lebih baik. Justice League, sebagai sebuah film, memiliki kekuatan yang besar untuk mendulang kesuksesan layaknya Wonder Woman.

Ceritanya sendiri masih berlanjut dari Batman vs Superman: Dawn of Justice dan Wonder Woman. Kematian Superman dan kehadiran Wonder Woman membawa dampak tersendiri dalam kehidupan Bumi. Bruce Wayne/Batman (Ben Affleck) sadar bahwa Bumi sedang dalam bahaya setelah kematian Clark Kent/Superman (Henry Cavill).

Ancaman kehancuran Bumi yang diprediksi oleh Bruce semakin nyata saat beberapa serangan besar terjadi di Bumi. Semua serangan tersebut ternyata berasal dari Steppenwolf dan pasukan Parademon-nya yang mencari Mother Boxes atau Kotak Ibu. Dengan mengumpulkan tiga Kotak Ibu, ia bisa menghidupkan kembali sang Ibu dan menguasai dunia. Kotak-kotak tersebut tersebar di Amazon, tempat kelahiran Diana/Wonder Woman (Gal Gadot), Atlantis atau tempat kelahiran Arthur Curry/Aquaman (Jason Momoa), serta satu tempat yang dirahasiakan.

Demi menghadang aksi jahat Steppenwolf, Bruce Wayne pun mencoba mengumpulkan sebuah pasukan yang dinamai dengan Justice League. Singkat cerita, Bruce dan Diana pun mengajak Barry Allen/The Flash (Ezra Miller) dan Victor Stone/Cyborg (Ray Fisher).

Ada beberapa hal menarik yang ditemukan dari film Justice League ini. Cara Zack Snyder menjalankan cerita sangat jauh berbeda dari film Batman vs Superman: Dawn of Justice. Tak seperti sebelumnya yang njelimet, Justice League justru diceritakan dengan gaya yang sederhana dan mudah dimengerti.

Selain itu, kehadiran enam superhero dalam film ini nyatanya membuat film berjalan dengan sangat menarik. Kekayaan karakter menjadi sebuah keunggulan dari Justice League. Film ini adalah paket komplit yang bisa memuaskan para penggemarnya, ada Wonder Woman yang manis, Batman yang tampil dengan penuh kekhawatiran, serta keceriaan yang selalu ditampilkan oleh Ezra Miller dari karakter The Flash.

Snyder sadar betul bahwa Batman vs Superman gagal menghibur penoton baik dari segi cerita maupun dari segi komedi. Oleh karena itu ia pun memutar otak bagaimana cara menyajikan komedi yang pas untuk Justice League. Pilihan pun jatuh kepada dark comedy, sebuah gaya berkomedi yang sangat bergantung pada pemahaman masing-masing. Beberapa punchline dari komedi ini sangat segar meski tidak semua orang bisa menangkap komedi-komedi dari Justice League.

Baca Juga: Movie Review: Blade Runner 2049, Pembuktian Terbaik Dennis Villeneuve

Salah satu poin lain yang patut dibahas dari film ini adalah efek visual. Seperti film superhero lainnya, efek visual memegang sebuah peranan penting dalam jalannya cerita. Justice League kembali mendapatkan poin lebih dari segi efek visualnya. Jika dibandingkan dengan Batman vs Superman, Suicide Squad, atau Wonder Woman, Justice League berada di atas mereka. Film ini memberikan efek visual yang tak berlebihan meski tidak luar biasa. Setidaknya, efek-efek visual yang ditampilkan sudah sangat cukup dan tak merusak inti dari sebuah adegan itu sendiri.

Terakhir, perkenalan Aquaman sebagai salah satu superhero DC Extended Universe. Perkenalan singkat dari Aquaman dan kisah warga Atlantis akan membuat para penggemar DC menantikan film Aquaman di akhir tahun 2018. Sedikit gambaran dari bawah laut dan bagaimana pertempuran berlangsung di sana, rasanya layak jika DC menyombongkan diri dari Marvel karena mereka memiliki superhero yang bisa beraksi dengan air.

Secara keseluruhan, Okezone memberikan nilai 7,8 untuk film Justice League. Perubahan-perubahan kecil yang dibuat oleh Zack Snyder berbuah manis dan memberikan dampak yang cukup besar terhadap keseluruhan film. Justice League akan mulai tayang di bioskop-bioskop mulai hari ini.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini