Kenang Masa Tahanan di Mataram, Aa Gatot Cerita Pernah Jadi Wali Proses Bule Mualaf

Rima Wahyuningrum, Jurnalis · Rabu 25 Oktober 2017 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 25 33 1802063 kenang-masa-tahanan-di-mataram-aa-gatot-cerita-pernah-jadi-wali-proses-bule-mualaf-qOQpSpOzrS.jpg Gatot Brajamusti (foto: Vania Ika Aldida/Okezone)

JAKARTA - Perjalanan religius Gatot Brajamusti masih berlanjut meski di dalam masa tahanan. Guru spiritual sejumlah selebriti tersebut membeberkan pengalamannya selama menjadi tahanan di Mataram, Lombok akibat penyalahgunaan narkotika pada tahun lalu.

Saat dijumpai jelang sidang jawaban hasil eksepsi Jaksa Penuntur Umum akibat tiga kasus yang menimpanya, Gatot membenarkan kabar bahwa dirinya pernah menjadi wali atas tiga orang warga negara asing yang berada dalam satu tahanan dengannya saat itu.

(Baca Juga: Didoakan Anak Agar Cepat Pulang, Angelina Sondakh Merasa Terenyuh!)

Pria berusia 55 tahun itu mengatakan bahwa pria tionghoa bernama Koo Jiyat Jiyat (Abdullah Hook) asal Malaysia dan Winnie temannya kerap mengikutinya saat menggelar solat berjalaah, di mana saat itu ia ditunjuk sebagai imam.

"Dia nyamperin saya. Dia bilang saya 'Paman boleh saya ikut solat sama orang-orang?' 'Boleh tapi dengan satu catatan mesti ikrar dulu secara muslim. Jangan sampai ikutnya tidak dari dalam hati tapi hanya keamanan saja tidak bagus'. 'Saya jelaskan kalau Islam begini-begini'. Dia bilang 'Akhirnya saya mengerti karena dalam agama saya enggak jelas'. Dalam agamanya saat itu pun dia jarang beribadah," jelas Gatot di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

(Baca Juga: Bantu Kasus Nikita Mirzani, Uus Tak Peduli Namanya Tercemar!)

"Saya ajak bicara dan dia mengucapkan dua kalimat syahadat, kemudian disaksikan beberapa pejabat di sana dan sekarang dia sudah disunat tapi ketika saya sudah di sini," tambahnya.

Dalam hal ini pria yang akrab di sapa Aa Gatot tersebut menegaskan bahwa dirinya bukan mengislamkan para tahanan tapi sebagai wali.

"Saya hanya sebagai wali tapi saya tidak mengislamkan," tegasnya.

(Baca Juga: Single Mikirin Kamu, Ayu Ting Ting: Lagunya untuk Orang yang Lagi Jatuh Cinta)

Sejauh ini, ia telah menjadi wali mualaf tiga orang tahanan warga negara asing dan beberapa warga negara Indonesia selama masa tahanan. Selama ikut terlibat dalam proses tersebut, Gatot memberikan penegasan kepada mereka bahwa jangan menyalahgunakan niatan untuk menjadi muslim.

"Mereka sendiri mengatakan itu keinginan. Saya tegaskan jangan sampai masuk Islamnya karena ingin kemanan di sana. Ingin sesuatu harapan untuk tidak bisa diganggu atau mendapatkan fasilitisas-fasilitas jangan sampai gitu. Tapi mereka terlihat keinginannya, mereka sudah duluan tanpa saya ajak solat," bebernya.

(Baca Juga: Benny Panjaitan Meninggal Dunia, Judika: Semangatmu Menjadi Inspirasi Kami, Juniormu!)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini