Jalani Sidang Eksepsi, Gatot Brajamusti Berwajah Datar Tanpa Senyum

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Selasa 17 Oktober 2017 15:14 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 17 33 1797065 jalani-sidang-eksepsi-gatot-brajamusti-berwajah-datar-tanpa-senyum-3YccP2Kzc7.jpg Gatot Brajamusti (foto: Vania Ika Aldida/Okezone)

JAKARTA - Usai menjalani sidang pembacaan dakwa atas kasus dugaan kepemilikan senjata api, kepemilikan satwa langka yang dilindungi, serta tindakan asusila pada pekan lalu. Mantan ketua PARFI, Gatot Brajamusti, diketahui kembali menjalani sidang kedua dengan agenda eksepsi, Selasa (17/10/2017).

Tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera, pada pukul 13.30 wib, pria yang akrab disapa Aa Gatot ini nampak mengenakan batik merah, celana krem, dan sepatu hitam. Masih dengan wajah datar tanpa senyum pria 55 tahun ini langsung dibawa ke ruang tahanan khusus Pengadilan Negeri Jakarta Selatan bersama beberapa tahanan Cipinang, Jakarta Timur lainnya.

(Baca Juga: Belum Mau Pacaran, Bastian Steel: Jomblo Bikin Happy!)

Tidak seperti kehadirannya disidang sebelumnya, kali ini Gatot Brajamusti nampak mengucapkan beberapa kata yang ia tujukan untuk para fotografer. Ia bahkan melontarkan kalimat yang menyatakan bahwa dirinya merasa terganggu dengan bidikan kamera dari para pewarta foto.

“Sudahlah berikan aing kebebasan. Jangan moto terus,” ujar Gatot yang berdiri di balik jeruji besi ruang tahanan khusus Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (17/10/2017), sambil menikmati sebatang rokok kretek.

“Gua doain fotonya nggak jadi. Erorr,” timpalnya lagi.

(Baca Juga: VIDEO: Sam Aliano Ajak Nikita Mirzani Tempuh Jalur Damai dan Siap Bertanggung Jawab)

Dalam sidang kepemilikan senjata api dan satwa langka yang dilindungi, Jaksa Penuntut Umum menyatakan bahwa Aa Gatot dikenakan tiga buah pasal sekaligus atas kepemiliki senjata ilegal dan satwa liar.

Di antaranya Pasal 21 Ayat 2 huruf b jo Pasal 40 Ayat 2 Undang-Undang RI nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang nomor 12/Drt/1951 tentang kepemilikan senjata api, dan Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang nomor 12/Drt/1951 tentang kepemilikan senjata penikam atau penusuk.

Sementara itu, untuk kasus dugaan tindak asusila, Gatot juga disangkakan dengan tiga buah pasal, yakni Pasal 81 ayat 2, Pasal 82 ayat 1, Pasal 64 ayat 1 KUHP, tentang perlindungan anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun dengan dena maksimal 1 miliar.

(Baca Juga: VIDEO: Ahmad Dhani Yakin Anies-Sandi Mampu Memimpin Warga Jakarta)

Gatot yang didampingi pengacaranya, Achmad Rifai, diketahui sempat menyatakan keberatan atas pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum, Hadiman. Pasalnya, senjata api yang ia miliki dinyatakan merupakan properti dari film Azrax yang ia produksi dan juga digunakan untuk latihan menembak bersama Paspampres.

Sementara untuk satwa liar, ia mengaku bahwa burung elang jawa miliknya datang sendiri ke kediamannya 6 tahun lalu, dan harimau sumatera yang diawetkan merupakan hadiah ulang tahun dari Ustadz Guntur Bumi, pada 2011 lalu.

Pada sidang dugaan kasus asusila pada 12 Oktober 2017 lalu, suami dari Dewi Aminah ini juga nampak mengelak hal tersebut. Sebab pembacaan dakwaan tersebut tidak sesuai dengan yang tertera saat BAP, mulai dari tkp dan usia.

(Baca Juga: Mulai Tak Ada Kesibukan, Wanda Hamidah Ingin Main Film Lagi)

Tak hanya itu saja, lewat pengacaranya Gatot mengungkapkan bahwa perilaku tindakan asusila tersebut tidak bisa dinyatakan sebagai pelecehan jika telah terjadi selama berulang-ulang kali.

Hingga saat ini, Gatot Brajamusti masih menunggu giliran sidang di dalam ruang tahanan khusus PN Jakarta Selatan. Bahkan demi menjaga privasi tahanan lain, lampu ruang tahanan khusus sengaja kembali dimatikan oleh petugas Pengadilan.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini