Kena Serangan Jantung, Jeremy Teti Langsung Pasang Dua Ring

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Senin 02 Oktober 2017 17:18 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 02 33 1787167 kena-serangan-jantung-jeremy-teti-langsung-pasang-dua-ring-7URXhgKeXA.jpg Jeremy Teti (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presenter acara berita, Jeremy Teti, sempat menderita sakit pada jantungnya. Hal tersebut ia rasakan ketika hendak melakukan olahraga favoritnya, tenis, disebuah lapangan yang tak jauh dari kediamannya.

Setelah Park Shin Hye, Kim Rae Won Pertimbangkan untuk Berakting dengan Shin Se Kyung

Saat kejadian tersebut berlangsung, pembawa acara ini mengaku sempat merasakan pusing dan kliyengan hingga dilarikan ke rumah sakit dikawasan Cikokol, Tangerang, dan langsung menempati ruangan di Instalasi Gawat Darurat, pada 9 September lalu. Ia bahkan mengaku bahwa dokter langsung menangani dirinya dengan memasang dua buah ring sekaligus lantaran terjadi penyumbatan pada vena di jantungnya.

"Sama yang ini sudah tiga ring. Sebenarnya baru satu ring dari satu setengah tahun lalu, dan dengan kejadian ini, sejak dua minggu lalu akhirnya gantung raket tenis saja," ungkap Jeremy Teti yang ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Senin (2/10/2017).

"Dari situ langsung pasang 2 ring karena ada dua penyumbatan di vena-vena jantung. Tapi untungnya tidak dipersilangan nadi jantung, kalau di persilangan urat nadi jantung, saya langsung lakukan by pass, ambil urat dari kaki dipasang di jantung," tambahnya.

Absen di Sidang Cerai Pertama, Zack Lee Serahkan Proses pada Nafa Urbach

Pria 47 tahun ini mengaku beruntung lantaran dirinya tidak sampai melakukan operasi Bypass. Ia pun menyatakan bahwa tindakan pemasangan ring pada jantungnya hanya berkisar 45 menit dan dilakukan dalam keadaan sadar.

"Untung karena di vena terpisah jadi bisa dilakukan pemasangan ring, jadi dalam tempo 45 menit selesai. Tensi darah saya turun sampai 60, dan semua dilakukan dalam keadaan sadar," tuturnya.

Usai memasang ring pada jantung sekitar satu setengahtahun lalu, penderita jantung memang tak disarankan untuk melakukan olahraga berat yang memicu jantung bergerak cukup cepat. Namun karena ia merasa cukup kecanduan bermain tenis, ia pun tidak terlalu mempedulikan hal tersebut dan tetap melakukan hobinya.

"Tidak direkomendasikan (main tenis). Cuma saya berpikir, 'Ah masih satu ring ini, aman-aman saja'. Tapi ternyata tidak ada jaminan," paparnya.

"Sebaiknya orang kalau ada gangguan di jatung ataupun di bagian dalam tubuh, sebaiknya menghindari olahraga berbentuk permainan, seperti tenis, basket, sepak bola, karena itu rentan dan memacu jantung. Mulai dari situ stop deh," tutupnya.

Tiga Bulan Rehabilitasi, Ammar Zoni Kini Tidur Teratur dan Lebih Sehat

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini