nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sering Kena Bully, Raffi Ahmad Miris dengan Pengguna Media Sosial

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Rabu 27 September 2017 18:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 27 33 1784180 sering-kena-bully-raffi-ahmad-miris-dengan-pengguna-media-sosial-obKUzv36hz.jpg Raffi Ahmad (Foto: Sarah/Okezone)

JAKARTA - Pembawa acara Raffi Ahmad mengungkapkan rasa kecewanya saat melihat begitu banyak komentar negatif yang dituliskan netizen pada setiap foto dan video dalam akun Instagram pribadinya.

- Baca Juga: Dimasuki Orang Tak Dikenal Meski Pengamanan Rumah Ketat, Raffi Ahmad: Ya Kan Musibah

Bagaimana tidak, suami Nagita Slavina saat ini memiliki jumlah followers sebanyak 19.7 juta. Hal itu tentu membuat kolom komentarnya dipenuhi oleh tulisan negatif serta positif dari netizen yang mengikutinya.

"Kalau saya mungkin Tuhan ngasih saya kelebihan saya orang yang tambeng, yang terserah orang mau ngomong apa. Tapi saya miris dengan generasi-generasi berikutnya karena kan semua orang bisa akses," ujar Raffi saat ditemui di acara #KomenBaik Campaign Digital, Mall Central Park, Rabu (27/9/2017).

Selain melontarkan perkataan negatif, ayah dari Rafathar Malik Ahmad ini juga sedih saat Instagram dipakai sebagai media untuk membully seseorang. Ia tak bisa membayangkan jika anak dibawah umur yang mendapatkan perilaku tersebut di media sosial.

"Yang saya sedih Indonesia yang banyak gunakan Instagram tapi gunakan Instagram untuk media yang membully. Kalau orang dewasa yang bisa berpikir, bisa memilah, enggak terlalu khawatir. Tapi mereka di usia segitu juga bisa terprovokasi apalagi di bawah itu," paparnya.

Meski merasa tak masalah ketika dihujat dengan komentar negatif, Raffi tetap merasa miris ketika melihat akun-akun yang memberikan komentar negatif tersebut ternyata dikelola oleh anak-anak dibawah umur, yakni berusia 13-16 tahun.

- Baca Juga: Ironi Punya Banyak Followers, Orangtua dan Anak Raffi Ahmad Jadi Sasaran Persekusi di Instagram

"Yang kasih komen baik alhamdulillah tapi komen buruk saya lihat biodata mereka masih usia 13-16 tahun masih duduk di bangku SD, SMP, SMA. Komen contoh ada bahasa kasar ada kata goblok segala macam. Saya sih sudah biasa tapi sedih bangsa kita sendiri ko seperti itu," ungkap Raffi

(edh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini