nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rekonstruksi Keadaan Zaman Dulu Lewat Logika, Cara Tika Bravani Dalami Sosok Nyai Dahlan

Alan Pamungkas, Jurnalis · Kamis 03 Agustus 2017 20:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 03 206 1749488 rekonstruksi-keadaan-zaman-dulu-lewat-logika-cara-tika-bravani-dalami-sosok-nyai-dahlan-aWTVRHYFUU.jpg Tika Bravani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tika Bravani terus mencoba menjadi aktris papan atas Indonesia. Setelah mendapatkan Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Wanita Terbaik lewat film biopik Soekarno, kini ia mencoba lagi dengan genre yang sama.

Istri dari Dimas Aditya ini kembali memainkan film biopik Nyai Ahmad Dahlan, istri dari pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan. Tentu saja ini bukan hal yang mudah. Mencari referensi dan riset otomatis harus dilakukan dengan baik.

(Baca Juga: Tunda Kehamilan, Tika Bravani Pilih Fokus Akting)

 

(Baca Juga: Tak Sadar Hamil, Tika Bravani Malah Alami Keguguran)

"Saya mempelajari karakter beliau lewat buku - buku yang ada karena tidak ada lagi reverensi lain selain dari buku - buku yang ada tentang sosok beliau," jelasnya.

Setelah menjadi Fatmawati dalam film Soekarno, Tika kini menjadi Nyai Dahlan. Lantas apa yang membuatnya tertarik?

"Sosok beliau itu sangat inspiratif," jelasnya singkat.

(Baca Juga: Dimas Aditya Kagum Tika Bravani Belajar Memasak)

 

(Baca Juga: Dokter, Impian Tika Bravani Sebelum Jadi Artis)

Dengan bekal pengetahuan dari buka yang ia baca, Tika mencoba untuk merekontruksikan keadaan sebenarnya lewat bayangannya. Dengan demikian pengadegan bakal lebih mudah.

"Terus juga rekonstruksi logika si kalau saya ngomongnya misalnya mereka-reka keadaannya, jadi banyak brainstorming si kita pada akhirnya dari data yang sudah ada. Misalnya saja kan zaman dulu itu ada fase yang udah ada listriknya dan belum ada listriknya nah pergantian itu lho saya mikirnya dari segi keaktoran. Ya kalau di zamannya orang yang belum pernah liat lampu-lampu LED sinar silau-silau begini si pasti mereka temaram. Tatapannya juga enggak akan terlalu banyak berekspresi. Jadi memang rekonstruksi logika si menurut saya," sambungnya.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini