nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dikecam, Man Who Dies to Live Malah Menjadi Program Terpopuler di Korea

Siska Maria Eviline, Jurnalis · Kamis 03 Agustus 2017 16:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 03 206 1749269 dikecam-man-who-dies-to-live-malah-menjadi-program-terpopuler-di-korea-DXOaLOdLs6.jpg Man Who Dies to Live. (Foto: MBC)

SEOUL – Sempat menuai kontroversi karena dinilai melecehkan agama Islam dan budaya Arab, drama Man Who Dies to Live tercatat sebagai program televisi terpopuler pada periode 17-23 Juli 2017.

Merujuk data indeks popularitas konten (CPI), drama komedi yang dibintangi Choi Min-soo tersebut meraih 247,7 poin. Data tersebut merupakan hasil kolaborasi perusahaan hiburan CJ E&M dan perusahaan pemeringkat Nielsen Korea. Metode pengukurannya berdasarkan jumlah penonton yang dikorelasikan dengan publikasi media, penelusuran daring di mesin pencarian, dan buzz di media sosial.    

Di belakang Man Who Dies to Live ada Into the New World dengan poin 244,1, diikuti acara varietas Infinite Challenge dengan 234 poin. Di peringkat keempat dengan perbedaan 24 poin diisi oleh Law of the Jungle yang ditayangkan oleh SBS.

BACA JUGA:

Dramanya Diboikot Penonton, MBC: Kami Tak Berniat Melecehkan Islam dan Budaya Arab

MOVIE FACT: 5 K-Drama Rekomendasi untuk Semester II 2017

Selanjutnya, School 2017 yang diperankan oleh Kim Se-jeong ada di posisi kelima, dilanjutkan dengan program survival para idola Mnet, Idol School.  Sementara drama sejarah The King Loves yang diperankan oleh Im Si-wan dan Yoona Girls’ Generation ada di posisi ketujuh.

Dalam Man Who Dies to Live, Choi Min-soo memerankan karakter Jang Dal-koo, warga Korea yang menetap di Bodoantia, sebuah negara fiktif di Timur Tengah. Ia kemudian diberi gelar kehormatan dan nama baru: Count Saeed Fahd Ali. Gelar tersebut didapatkannya setelah menyelamatkan raja Bodoantia yang kemudian menginginkannya untuk menikahi satu dari tiga putrinya.

Pada dua episode awal, drama ini sempat menuai kritik pedas umat muslim, masyarakat Arab, hingga penonton internasional. Pasalnya, sejumlah adegan yang ditayangkan dalam drama ini dinilai merendahkan budaya Arab dan agama Islam. Sebut saja ketika dua orang perempuan diperlihatkan memadukan hijab dengan bikini. Atau, ketika Jang Dal-koo menyesap anggur dalam balutan Thawb.   

BACA JUGA:

VIDEO: Suguhan yang Komplit Jadi Rahasia Kesuksesan Drama Korea

MOVIE FACT: Usung Genre Fantasi, Enam Drama Korea Ini Bukukan Rating Fantastis

Terkait kritikan itu, MBC sebagai stasiun yang menayangkan Man Who Dies to Live langsung mengeluarkan permintaan maaf dalam tiga bahasa: Korea, Arab, dan Inggris. “Mohon dimaklumi bahwa semua karakter, nama, tempat, dan jabatan dalam drama ini adalah fiksi,” ujar MBC dalam keterangan tertulis.

“Kami tak bermaksud untuk menyinggung agama, budaya, atau orang tertentu. Untuk itu, kami meminta maaf atas dampak tidak baik yang diakibatkan drama ini.”

(SIS)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini