Image

Polisi Tuding Pretty Jadi Penghubung Antara Bandar Narkoba dengan Artis

Badriyanto, Jurnalis · Selasa 18 Juli 2017, 18:08 WIB
https img k.okeinfo.net content 2017 07 18 33 1739250 polisi tuding pretty jadi penghubung antar bandar narkoba dengan artis LaefhH9658.jpg Pretty Asmara (Foto: Instagram)

JAKARTA - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyebutkan, Pretty Asmara berperan sebagai penghubung antara bandar narkoba dengan artis. Pretty ditangkap pada Minggu 16 Juli dini hari di Center Stage Club dan Karaoke hotel Green Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Dari tersangka yang DPO (Alvin) ini dia pesannya ke saudari P (Pretty Asmara)," ungkap Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Menurut Argo, hasil penelusuran petugas, Pretty diketahui sebagai penghubung selama dua tahun. Ia masih mendalami kasus tersebut, kepada artis siapa saja Pretty menjajakan barang haramnya tersebut. "Pengakuannya 2 tahunan, berapa jumlahnya (artis) masih pendalaman," tuturnya.

Seperti diketahui, Pretty ditangkap bersama tujuh artis lainnya yakni pemain film layar lebar Susi Susanti, penyanyi dangdut Emilia Yusuf serta Melly Abtianingsih, pemain sinetron Asri Handayani, model Gladyssta Lestari, dan penyanyi pop Daniae Widiana.

Penangkapan bermula dari laporan masyarakat yang menyebut ada pesta narkoba di hotel Grand Mercure yang diduga dilakukan oleh sejumlah artis, setelah ditelusuri ternyata diketahui Pretty sudah booking tempat di Room Paris Center Stage dan Karaoke. 

Kemudian polisi mengintai pergerakan Pretty dan akhirnya diketahui dia menemui seorang laki-laki mencurigakan sehingga dilakukan penangkapan. Setelah mengeledah badan mereka dan Room Paris polisi menemukan barang bukti berupa Sabu 2,03 gram, Ecatasi 23 butir dan Happy Five 38 butir.

Mereka dijerat Pasal 114 Ayat 2 subsider Pasal 112 Ayat 2 junto Pasal 132 Ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 60 Ayat 1 huruf b dan c subsider Pasal 62 junto Pasal 71 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman 5 hingga 20 tahun penjara.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini