Image

Jeremy Thomas Tuding Ada Konspirasi Hotel dan Oknum Polisi untuk Aniaya Axel

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Senin 17 Juli 2017, 18:15 WIB
https img z.okeinfo.net content 2017 07 17 33 1738376 ngamuk jeremy thomas duga ada konspirasi hotel dan oknum polisi 6CFIvVk1aJ.jpg Jeremy Thomas saat tunjukan foto Axel (Foto: Dara Purnama/Okezone)

JAKARTA - Aktor Jeremy Thomas memang baru saja melaporkan dugaan penganiayaan terhadap anaknya, Axel Matthew, ke Sentra Pelayanan Propam Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (17/7/2017). Usai menyambangi Mabes Polri pada siang tadi, pria berusia 45 tahun ini diketahui akan melanjutkan laporannya ke Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat.

Tidak hanya melaporkan oknum kepolisian yang melakukan tindak penganiayaan kepada putra sulungnya. Suami dari Ina Thomas ini juga mengaku akan melaporkan pihak manajemen hotel Kristal, Cilandak, Jakarta Selatan, untuk ditindaklanjuti melalui proses hukum.

"Habis ini kita ke Krimum Bareskrim Mabes Polri, melaporkan kedelapan oknum tersebut sama sekaligus juga dari manajemen hotel Kristal," ungkap Yanuar Bagus, selaku pengacara Jeremy Thomas di Sentra Pelayanan Propam Polri, Senin (17/7/2017).

"(Melaporkan hotel) Atas tuduhan konspirasi. Menyembunyikan. Orangtuanya nyari enggak bisa," sambungnya.

Tindakan Jeremy Thomas melapor kepihak Mabes Polrindan juga Bareskrim Polri diketahui lantaran tindakan oknum kepolisian tersebut ia anggap menyalahi profesi sebagai seorang abdi negara. Selain itu ia juga melaporkan pihak Manajemen hotel Kristal lantaran ikut memfasilitasi tindak penganiayaan sekaligus menutupi informasi mengenai keberadaan Matthew yang disekap pada Sabtu 15 Juli 2017 lalu.

"Kami bukan hanya melaporkan menyangkut etika profesinya, tapi juga kami melaporkan menyangkut masalah tindak pidana umumnya. Siapa? Ya kedelapan orang yang mengaku anggota kepolisian. Bekerja sama dengan siapa? Dengan seluruh manajemen hotel Crystal karena dia mempersulit dan menutupi informasi. Padahal orangtuanya menanyakan secara langsung," papar Yanuar.

"Oleh karena itu kami laporkan ke Polda Metro Jatantras. Pas Jatanras menanyakan ke satpam, tidak diberikan juga. Harus dari pihak kepolisian," tambahnya.

Sementara itu, Jeremy Thomas mengaku akan melaporkan oknum kepolisian yang diketahui merupakan anggota dari sektor Bandara ke dalam empat pasal berbeda. Diantaranya pasal mengenai penyekapan, pengeroyokan, penganiayaan, serta pengambilan paksa barang-barang milik sang putra.

Adapun barang-barang berharga milik Axel yang diambil oleh pihak tersebut, salah satunya adalah telepon genggam dan dompet. Bahkan Jeremy menyatakan bahwa saat kembali ke rumah, anaknya diketahui mengenakan baju yang bukan miliknya, sekaligus mengenakan sandal milik hotel.

"Empat pasal (yang disangkakan), sesuai dengan yang diterima putra saya, tentunya penyekapan, sudah dilakukan oleh mereka, pengeroyokan, karena dilakukan oleh lebih dari dua orang, penganiayaan, dan pengambilan paksa atau pencurian dengan kekerasan karena Hp, sepatu, ikat pinggang, dompet dan bajunya dilucuti," tutur Jeremy Thomas.

"Axel pulang dengan kondisi baju bukan baju dia. Sepatu juga dia menggunakan sandal (hotel) Kristal. Ini menunjukkan bukti bahwa penyekapan itu terjadi," tandasnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini