Image

Jeremy Thomas Bantah Temuan Bukti Transfer Pembelian Narkoba Jenis Happy Five

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Senin 17 Juli 2017, 14:58 WIB
https img o.okeinfo.net content 2017 07 17 33 1738109 jeremy thomas bantah temuan bukti transfer pembelian narkoba jenis happy five mcMr1xEODD.jpg Jeremy Thomas (Foto: Instagram)

JAKARTA - Perlakuan kurang menyenangkan yang menimpa putra sulung Jeremy Thomas, Axel Matthew, pada Sabtu 15 Juli 2017, diketahui lantaran dirinya diduga terlibat kasus narkoba. Dalam kejadian tersebut, pria berusia 19 tahun tersebut dikabarkan disekap di sebuah kamar hotel, dianiaya, sekaligus diminta mengakui bahwa dirinya tekah mengkonsumsi narkoba.

Tak lama setelah kejadian tersebut, muncul kabar bahwa pihak kepolisian mengantongi bukti transfer dari rekening Matthew untuk pembelian narkotika jenis Happy Five. Mendengar kabar tersebut, Jeremy Thomas membantah hal tersebut dan menyatakan bahwa tidak ditemukan bukti apapun saat sang anak ditangkap dan berada di kamar hotel Kristal, Jakarta Selatan.

"(Transfer pembelian Happy Five) Itu tidak benar, karena tidak ada bukti," kata Jeremy Thomas yang ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (17/7/2017).

"Saya enggak tahu (dapat bukti darimana). Mungkin dari internal mereka begitu. Yang jelas Axel tidak terdapat bukti apa-apa saat ditangkap," sambungnya.

Sementara itu mengenai kabar pentransferan sejumlah uang, ayahanda Matthew menyatakan bahwa sang putra memang sering kali melakukan pembelian dan penjualan secara online.

Menurutnya melakukan pembelian secara online merupakan hal yang sah-sah saja. Ia bahkan mengaku heran mengapa masalah penganiayaan sang anak dan transaksi penjualan baju secara online disangkut pautkan dengan pembelian narkoba.

"Yang saya tahu (bukti transfer selain baju) itu enggak ada. Kalaupun dia melakukan transaksi online, itu sangat wajar, Axel suka beli baju online, sepatu online. Suka nitip sama temannya," tuturnya.

"Kemarin dia mau beli baju suprime. Saya tahu suprime kaos. Tapi saat mau beli itu dia diarahkan ke sana bisa aaja. Seseorang bebas kok, seseorang bebas mau jual apa saja. Tapi saat orang kena masalah tapi dibelokan ke situ," tutupnya.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini