Image

VIDEO: Selain Oknum Polisi, Jeremy Thomas Beberkan Orang yang Diduga Terlibat Penganiayaan Anaknya, Siapa Dia?

Miftahul Khoiriyah, Jurnalis · Senin 17 Juli 2017, 10:58 WIB
https img o.okeinfo.net content 2017 07 17 33 1737842 video selain oknum polisi jeremy thomas beberkan orang yang diduga terlibat penganiayaan anaknya siapa dia Q568Znc3o0.jpg Jeremy Thomas (Foto: Instagram)

JAKARTA - Aktor senior Jeremy Thomas yakin bahwa delapan orang yang mengaku sebagai bagian dari Satuan Narkoba Polresta Bandara Soekarno Hatta bersekongkol dengan pihak keamanan dan manajer Hotel Kristal, Jakarta Selatan. Sebab tidak ada satu orang pun yang memberikan pertolongan saat sang putra dianiaya sedemikian rupa.

Dalam tayangan Go Spot, Senin (17/7/2017) pria berusia 45 tahun ini juga mengungkapkan kerugian lain yang dialami oleh sang putra. Selain penganiayaan yang mengguncang kejiwaannya, remaja 19 tahun tersebut juga kehilangan telefon genggam, sepatu, ikat pinggang bahkan baju dan pulang dengan mengenakan baju orang lain.

"Mungkin Axel dapat iklan dia bisa beli barang-barang itu. Tapi bukan (soal) itunya. Anaknya ditelanjangin, dia pulang dengan baju orang lain, sepatu hotel Kristal. Saya disini percaya securiti dan manajer hotel Kristal terlibat dalam peristiwa ini," ujar Jeremy Thomas.

Kondisi psikologi Axel juga terguncang usai mendapatkan penganiayaan, pengeroyokan, dan intimidasi dari oknum tak bertanggung jawab tersebut. Hal ini menjadi PR utama bagi keluarga sebab hal tak mengenakkan tersebut ia dapatkan dari delapan orang selama empat jam di sebuah ruangan tertutup.

"Fisik dan psikisnya tidak baik. Traumatiknya ini yang menjadi PR kami, anak ini mengalami guncanagn psikis yang tidak baik, fisik yang tidak baik. Sekarang masih dalam perawatan," jelasnya.

Kendati demikian, Jeremy Thomas memastikan tetap menggunakan jalur hukum sampai masalah ini selesai. Ia tak ingin karena kejadian ini lantas membuat putra putrinya belajar hal yang tak baik darinya.

"Dan tentunya proses pidana ini harus saya karena ini kan proses hukum kalau saya ikuti tempramen emosi saya, saya bisa melakukan tindak pidana nanti kepada orang tapi kan saya harus memberikan contoh juga kepada putra putri saya kan kalau ada orang seperti ini biarkan koridor hukum yang menjelaskan itu," pungkasnya.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini