Share

Movie Review: Spider-Man: Homecoming, Pencarian Jati Diri Peter Parker Muda

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Rabu 05 Juli 2017 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 05 206 1728956 movie-review-spider-man-homecoming-pencarian-jati-diri-peter-parker-muda-KdTnznznzL.jpg Spiderman (Foto: Comicbook)

JAKARTA – Salah satu film yang paling dinantikan di tahun 2017 akhirnya rilis juga. Spider-Man: Homecoming hadir dengan cerita dan deretan pemain yang berbeda. Untuk pertama kalinya, tak ada sosok Mary Jane Watson dalam sebuah film Spider-Man.

Tom Holland ditunjuk untuk memerankan tokoh Peter Parker menggantikan Andrew Garfield yang tampil di dua film The Amazing Spider-Man sebelumnya. Sebagai debut, Tom langsung menunjukkan kapasitasnya sebagai manusia laba-laba dalam film Captain America: Civil War.

Homecoming mengambil setting di mana Peter Parker masih berusia 15 tahun. Sekembalinya dari Civil War, Peter merasa bahwa dirinya bisa menyelamatkan dunia dengan kemampuan yang dimilikinya. Pergolakan di dalam diri Peter semakin kuat setelah merasa bahwa masa-masa di sekolah sangat membosankan.

Namun, di sini lah letak kesalahan Sony dalam penggarapan Homecoming. Terjadi tabrakan waktu dalam skenario Homecoming, di mana Peter sebenarnya pertama kali digigit oleh laba-laba saat masuk masa kuliah dalam film Spider-Man pertama yang dibintangi oleh Tobey Maguire.

Sayangnya, keinginan besar Peter untuk menyelamatkan dunia terhalang oleh Iron Man atau Tony Stark yang masih diperankan oleh Robert Downey Jr. Tony Stark ingin agar Peter fokus terhadap pendidikannya karena masalah-masalah kejahatan akan ditangani olehnya.

Pada saat bersamaan, Adrian Toomes (Michael Keaton) muncul dengan bisnis ilegalnya menjual senjata-senjata berbahaya. Lucunya, entah disengaja atau tidak, sepanjang film berjalan tidak pernah sekali pun Adrian mengatakan bahwa dirinya adalah Vulture. Tak ada pula orang yang memanggilnya sebagai Vulture selama 2 jam film berlangsung.

Sindiran-sindiran kecil pun datang dalam beberapa dialog yang muncul di dalam film terhadap kehadiran Keaton. Maklum saja, ia adalah salah satu aktor yang pernah berperan sebagai Batman, pahlawan dari DC Comics atau rival Marvel.

Salah satunya adalah ketika Peter memanggil Vulture sebagai manusia burung atau Birdman, filmnya di tahun 2014.

Meski demikian, pujian patut diberikan kepada konsep kostum yang digunakan baik oleh Spider-Man mau pun Vulture. Teknologi-teknologi canggih yang diterapkan ke dalam kostum Spidey terus-menerus membuat takjub penonton.

Bayangkan saja, Tony Stark menerapkan ratusan jenis jaring laba-laba yang bisa dikeluarkan oleh Peter saat beraksi dengan kostum Spider-Man. Belum lagi sayap kecil dan logo laba-laba yang bisa dilepas dan menjadi pelacak. Hal itu menjadi pembeda jelas Spider-Man era Tom Holland dengan Spider-Man era Tobey dan Andrew.

Secara keseluruhan, Spider-Man: Homecoming adalah sebuah film yang segar dan sangat anak muda. Tom Holland sukses memerankan tokoh Peter muda dengan gaya urakan, sok tahu, dan juga pemalu.

Begitu pun dengan teman-temannya di sekolah seperti Ned (Jacob Batalon), Michelle (Zendaya), Liz (Laura Harrier), dan Flash (Tony Revolori). Kekuatan mereka terletak dari karakter-karakter unik yang dipertontonkan.

Jangan lupakan juga Bibi May muda cantik nan seksi yang diperankan oleh Marisa Tomei. Ia adalah pemanis di dalam kehidupan Peter Parker muda yang penuh dengan kegalauan.

Okezone memberikan nilai 7 untuk film Spider-Man: Homecoming. Film ini membuktikan bahwa sebuah masakan tidak akan sama rasanya jika dimasak oleh tangan yang berbeda.

Spider-Man memang salah satu pahlawan dari Marvel, namun dengan teknik penggarapan Sony rasanya akan sangat berbeda jika dibandingkan dengan film pahlawan-pahlawan Marvel lain yang notabene digarap oleh Disney.

Semuanya akan terasa dari cara pengambilan gambar, teknik bercerita, dan beberapa candaan yang dilemparkan kepada penonton.

Spider-Man: Homecoming kini sudah dapat Anda saksikan di bioskop-bioskop di Tanah Air. Selamat menonton!

(edh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini