Image

Bali Blues Festival 2017 Hadirkan Maestro Blues Indonesia

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Rabu 17 Mei 2017, 20:08 WIB
https img z.okeinfo.net content 2017 05 17 205 1693547 bali blues festival 2017 hadirkan maestro blues indonesia uMQOURm18n.jpg Bali Blues Festival (Foto: Ady/Okezone)

JAKARTA - Meski memiliki banyak penggemar, musik blues tidak banyak mendapat kesempatan untuk tampil di Indonesia. Jenis musik pop, rock, dan jazz justru lebih banyak dibuatkan festival dibanding blues. Melanjutkan trend dua tahun sebelumnya, Bali Blues Festival akan kembali digelar.

Kali ini acaranya pun akan hadir selama dua hari yakni tanggal 26 dan 27 Mei 2017 di Pulau Peninsula, Nusa Dua, Bali.

Sederet musisi papan atas blues siap tampil. Sebut saja The Magic Finger Balawan yang akan berkolaborasi dengan drummer handal Gilang Ramadhan. Selain itu ada juga Gugun Blues Shelter yang akan berduet dengan Indra Lesmana di penutup hari pertama.

Line-up hari kedua pun tak kalah sadis. The Six Strings yang berisi Dewa Budjana, Eross Chandra, Tohpati, Baron, dan Baim menjadi salah satu penampil yanh ditunggu. Tentu saja sajian penutupan di hari kedua akan menampilkan Krakatau Reunion, kumpulan maestro musik Indonesia, Trie Utami, Dwiki Dharmawan, Indra Lesmana, Pra Budhi Dharma, Gilang Ramadhan dan Donnie Suhendra.

Tahun ini BBF mendapat dukungan langsung dari Kementerian Pariwisata Indonesia guna mendatangkan banyak wisnus dan wisman ke Indonesia. Menteri Pariwisata, Arief Yahya, sangat mendukung acara music tourism dan percaya mampu berbicara lebih banyak dalam hal mendatangkan wisatawan.

"Karena hipotesis saya, bahwa music event sepeti ini media valuenya besar, kemungkinan music tourism ini bisa lebih tinggi nilainya dari sport tourism karena di musik lebih bertabur bintang," ujarnya dalam konferensi pers BBF di Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Rabu (17/5/2017).

Gugun Blues Shelter juga sangat menantikan acara ini. Tahun ini menjadi penampilan kedua mereka dan berharap agar acara ini menjadi acara tahunan wajib bagi musik blues di Tanah Air.

"Kami sebagai musisi blues merasa punya tempat karena selama ini festival blues hilang-timbul. Mudah-mudahan Bali Blues Fastival bisa jadi annual dan konstan setiap tahun," katanya menambahkan.

(edh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini