nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nih, Film Keren Wajib Tonton di Europe on Screen 2017

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Rabu 10 Mei 2017 07:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 05 10 206 1687486 nih-film-keren-wajib-tonton-di-europe-on-screen-2017-7MYy4iZUUy.jpg Ilustrasi Film (Foto: Ist)

JAKARTA - Pagelaran Europe on Screen kembali dimulai di enam kota besar di Indonesia. Acara yang menghadirkan banyak film berkualitas dari Benua Biru tersebut dipastikan bisa menjadi alternatif hiburan seru untuk didatangi.

Di Jakarta, EoS akan hadir kembali di Erasmus Huis, Goethe Haus, Institut Francais Indonesia (IFI), Istituto Italiano di Cultura, Kineforum, SAE Institute Jakarta, Bintaro Jaya Xchange Mall, dan Gandaria City Mall.

Bagi Anda yang ingin datang ke Europe on Screen, ada baiknya menyimak ulasan singkat film-film berikut ini.

1. A Man Called Ove

Film ini berasal dari Swedia dan menawarkan genre komedi dan drama. A Man Called Ove bercerita tentang Ove (59 tahun), yang merupakan seorang pensiunan pemarah dengan nilai dan prinsip yang kaku. Kesehariannya adalah mengawasi peraturan dan tata tertib di RT-nya meskipun warga setempat tidak pernah ada yang peduli dengan aturan-aturan itu. Ove pun merasa terasingkan dan berniat untuk bunuh diri. Namun rencananya gagal sejak kedatangan seorang tetangga baru bernama Parvaneh.

Persahabatan pun muncul di antara keduanya. Ove belajar arti bahagia dan duka dari tetangganya. Banyak nilai positif yang bisa diambil tentang arti persahabatan dan kehidupan dari film ini.

2. Elle

Elle adalah salah satu film yang sangat dikenal dari Prancis. Isabelle Huppert, pemeran Elle, bahkan masuk sebagai nominasi dalam kategori Best Actress dalam Oscars 2017. Kemampuan beraktingnya sudah tak bisa diragukan lagi karena ia berhasil memenangkan Best Actress dalam Golden Globes.

Michele atau Elle dikisahkan sebagai seorang pemimpin perusahaan video game ternama. Ia menerapkan aturan kejam untuk kehidupan percintaan dan bisnisnya. Kehidupan Elle berubah seketika saat Elle diserang oleh orang tak dikenal di kota kelahirannya.

Ketika akhirnya ia berhasil menemukan orang tersebut, mereka masuk ke dalam permainan yang menarik dan menegangkan - sebuah permainan yang mungkin, setiap saat dapat lepas kendali.

3. Legend

Kepindahan Inggris dari Eropa nyatanya tak memberikan banyak pengaruh terhadap Europe on Screen tahun ini. Film-film asal Inggris masih bisa dinikmati dan tentunya beberapa di antaranya adalah film berkualitas tinggi seperti Legend.

Film ini diangkat dari kisah nyata tentang jatuh bangunnya si kembar Ronald dan Reginald Kray, dua pemimpin gangsters terkenal di London pada tahun 1960-an. Keduanya berusaha mengusai London dengan segala cara dan mendapatkan banyak tantangan untuk mewujudkannya.

Uniknya, film dengan banyak pertumpahan darah dan kata-kata kasar ini dibintangi oleh Tom Hardy. Tom berperan ganda sebagai Ronald dan Reginald. Pemandangan yang cukup unik mengingat ia bisa memerankan dua tokoh berbeda dengan bantuan efek CGI keren.

4. Look Who's Back

Sebuah film yang berasal dari Jerman dengan membawa tokoh yang pasti dikenal oleh semua orang, Adolf Hitler. Meski membawa nama Hitler, nyatanya film ini adalah sebuah film komedi.

Hitler (Oliver Masucci) terbangun dari tidurnya di Berlin zaman sekarang dan tidak ingat apapun tentang apa yang telah terjadi setelah tahun 1945. Ia menafsirkan segala sesuatu dari perspektif Nazi namun semua orang di zaman sekarang menganggap bahwa dia hanya seorang aktor yang menirukan Hitler.

Sang diktator pun banyak mendapat sorotan karena tingkahnya yang suka marah-marah dimasukkan ke dalam Youtube dan menjadi viral. Alhasil, ia pun menyandang status selebriti sebagai seorang aktor dan dipergunakan olehnya untuk kembali ke dunia politik.

5. Suburra

Tak lengkap rasanya jika membahas tentang film-film Europe on Screen tanpa mencantumkan film asal Italia. Tahun ini Italia kembali menyumbangkan banyak film yang mengeksplorasi keindahan alam dan cerita rakyatnya.

Pada masa Roma kuno, Suburra adalah sebuah tempat di mana para anggota dewan dan para penjahat atau mafia berkumpul untuk melakukan transaksi dan menghasilkan uang. Dua ribu tahun kemudian, kegiatan-kegiatan ini masih berlanjut. Bisnis kotor tetap berjalan seperti biasanya.

Datanglah seorang gangster bernama Samurai yang ingin mengubah daerah pelabuhan Suburra seperti Las Vegas. Keinginannya tentu saja mendapat perlawanan dari para mafia yang ada di sana. Terjadilah pertempuran antara keduanya selama tujuh hari dan banyak memakan korban jiwa.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini