Image

Anji dan Maki 'Ungu' Bahagia Musisi Makin Dihargai

Alan Pamungkas, Jurnalis · Rabu 19 April 2017, 04:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 04 19 205 1671059 anji-dan-maki-ungu-bahagia-musisi-makin-dihargai-jn1LqcPfKq.jpg Anji (Foto: Vania/Okezone)

JAKARTA - Anji makin optimis dengan perkembangan industri musik Tanah Air. Beberapa faktor penunjang majunya musik Indonesia seperti pembagian royalti telah diterima oleh para musisi, baik penyanyi, pencipta lagu, hingga label. Meski belum optimal, penarikan royalti dari rumah karaoke lambat laun berjalan efektif.

Para musisi kini tergabung dalam Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) untuk bisa memperjuangkan hak terkait royalti, baik dari rumah karaoke, hotel atau mal bahkan stasiun televisi yang memutar audio, bunyi dari lagu yang telah didaftarkan. Meski baru berjalan, Anji mengapresiasi langkah ini karena memiliki cita-cita untuk memberikan penghargaan untuk para musisi.

"Sistemnya masih banyak untuk disempurnakan, syukuri dulu sistemnya. Saya senang adanya institusi kaya mau kasih perhatian ke kita, karena industri musik Indonesia itu hampir mati karena karya enggak ada yang support," ujar Anji saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Senada dengan Anji, Makki 'Ungu' juga turut mengapresiasi. Bukan persoalan biaya royalti yang diterima oleh para musisi, melainkan niat para palaku bisnis yang membayar royalti dari musik yang diputar. Dengan demikian, seiring berjalannya waktu dengan sistem yang lebih baik para musisi tak hanya menerima penghasilan dari hasil manggung dan penjualan karya, tetapi juga royalti dari lagu yang diputar.

"Mereka mau bayar itu udah bagus. Yang penting sekarang udah enggak ditutupi angkanya. Hak kita sudah diakui, ada sistemnya saja sudah bersyukur kita, semoga sistemnya lebih baik, kita percaya. Yang paling penting keterbukaan dan niat baiknya," sambung Makki.

Anji dan Makki menjadi salah satu musisi yang menghadiri Distribusi Remunerasi/Royalti Hak Terkait kepada produser dan performer oleh Sentra Lisensi Musik Indonesia (Selmi). Selmi dan Wami (Wahana Musik Indonesia) yang diakui oleh Direktorat Kekayaan Hak Kekayaan Intelektual (Dirjen HAKI) dan menerbitkan izin operasional Lembaga Manajemen Kolektif (LMK).

Jusak Irwan Sutiono selaku perwakilan Selmi menjelaskan kedepannya, penagihan royalti dari rumah karaoke di seluruh Indonesia akan terus dimaksimalkan. Sebab, dari 1000 gerai hanya 350 yang telah membayar royalti. Kemudian menargetkan agar hotel dan mal untuk melakukan hal serupa, dengan target Rp100 miliar nilai royalti untuk para musisi yang terdaftar sebagai anggota.

Musisi senior Koes Hendratmo sebagai Ketua Prisindo yang juga tergabung dalam Selmi, menjelaskan jika perjuangan selama 19 tahun membuahkan hasil. Bagaimana para musisi yang telah mendaftarkan royalti, bisa menikmati jerih payahnya.

"Selama 19 tahun kita berjuang untuk para musisi. Banyak yang beranggapan minus. Dengan hasil yang kita terima saat ini semoga membuat iri para musisi lain agar segera mendaftar agar hak royalti bisa diterima. Semoga kedepannya sistem ini terus berjalan semakin sempurna," tandasnya.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini