24 Tahun Isi Suara Doraemon, Nurhasanah Temani Nostalgia Masa Kecil

Agregasi Antara, Jurnalis · Senin 10 April 2017 20:53 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 10 206 1663881 24-tahun-isi-suara-doraemon-nurhasanah-temani-nostalgia-masa-kecil-1wKGB8ZdHV.jpg Doraemon (Foto: Parhlo.com)

JAKARTA – Hampir seperempat abad, tepatnya 24 tahun, Nurhasanah mengisi suara Doraemon, robot kucing biru dari abad ke-22 yang punya segala macam benda ajaib dari kantongnya.

"Hai, baling-baling bambu!" Mendengar suara serak khas Doraemon yang keluar langsung dari bibir Nurhasanah (58), sontak membuat nostalgia masa kecil memenuhi pikiran.

Siapa sangka pemilik suara khas Doraemon yang familier di telinga anak-anak Indonesia yang kini sebagian besar telah beranjak dewasa itu adalah seorang perempuan paruh baya yang sudah memiliki dua cucu.

"Memang banyak yang kaget, 'Lho, kirain laki-laki'," Nurhasanah tergelak.

"Kalau ngasih-ngasih kado, biasanya ya Doraemon," ucapnya.

Nurhasanah menuturkan awal mula ia terjun ke dunia sulih suara dimulai dari kecintaannya terhadap sandiwara radio.

"Saya suka dengar sandiwara radio, jadi ingin main di sandiwara radio," ujar dia.

Keinginannya tercapai, Nurhasanah akhirnya bekerja di bagian produksi sandiwara radio RRI selama 34 tahun sebelum akhirnya pensiun pada 2016. Doraemon bukan karya pertamanya di dunia sulih suara. Nurhasanah awalnya mengisi suara untuk telenovela.

Sementara itu, sebagian teman-temannya di RRI juga mengisi suara untuk kartun Doraemon. Prabawati Sukarta yang jadi Shizuka adalah rekan Nur, sementara pengisi suara Suneo saat itu adalah atasannya. Ketika ada rekaman Doraemon, para kolega kerjanya biasa berkumpul sebelum pergi bersama-sama ke studio.

"Saya pikir `Ih enak kali ya ngumpul, pergi rekaman Doraemon, enak kali ya ngisi film anak-anak," ucapnya mengenang.

Tawaran menjadi dubber Doraemon pun datang dari Prabawati yang menjadi pengisi suara Shizuka, karena penyulih suara si robot kucing saat itu, Anita Riyadi, akan diganti. Nurhasanah justru bertanya balik seperti apa suara Doraemon karena ia belum pernah menonton kartun tersebut.

"Prabawati bilang, `Lo nonton dulu deh hari Minggu pagi. Lo pasti bisa," kata Nurhasanah sambil mengingat-ingat.

Nurhasanah resmi menjadi pengisi suara Doraemon sejak 1993. Setelah tiga belas tahun, ia sempat vakum dari mengisi suara Doraemon, karena perannya itu sempat digantikan oleh orang lain.

"Mungkin karena mau cari variasi baru," kata Nur.

Namun pergantian itu menuai banyak protes dari para penonton setia yang terbiasa mendengarkan suara serak khas Doraemon yang dibawakan Nurhasanah.

"Ada mahasiswa-mahasiswa yang ke RRI terus tahu saya ngisi Doraemon, mereka minta saya balik lagi karena suara yang sekarang berbeda," tutur dia mengingat masa itu.

Selama kira-kira setahun vakum dari mengisi suara Doraemon, Nur mendapat tawaran baru untuk mengisi suara anak kecil dalam cerita anak-anak berbarengan dengan dua rekannya di RRI. Saat episode pertama keluar, rupanya klien tidak puas dengan suara anak kecil versinya.

Pendek kata, Nurhasanah batal mengisi suara anak-anak dalam acara tersebut. Ia memilih berpikir positif, mungkin saja rezekinya memang bukan di tempat itu. Optimismenya terbukti, tak berapa lama ia mendapat tawaran kembali mengisi suara Doraemon sekaligus mengikuti roadshow keliling Indonesia selama tiga bulan.

Artis Dadakan Nama Doraemon sudah melekat pada sosok Nurhasanah. Teman-teman kantor pun memanggilnya "Dora", "Emon" atau "Doraemon".

"Sudah otomatis saya jadi nengok." Bahkan dua cucunya memanggil Nurhasanah "Mama Emon". Awalnya mereka memanggil neneknya dengan sebutan "Mama", tapi belakangan ada tambahan "Emon" ketika ada saudara yang mulai memanggil Nur "Eyang Emon".

Jika ada kunjungan mahasiswa ke RRI, kerap saja ada yang memberitahu mereka bahwa pengisi suara Doraemon bekerja di sana. Jumpa penggemar dadakan pun terjadi.

Nur tak bosan-bosannya melayani permintaan penggemar yang biasanya meminta ia untuk berbicara ala Doraemon. Ia juga pernah dirubung penggemar yang ingin foto bersama pada pameran "Doraemon 100 Secret Gadget Expo" beberapa waktu lalu.

"Ada orang yang mengenali aku, eh jadinya lama dicegat sana-sini. Ya Allah, kayak artis saja ha-ha-ha." Ketika anak-anaknya masih belia, mereka kerap bercerita mengenai profesi ibunya pada teman-teman. Alhasil Nur juga mendapat permintaan khusus ketika ada teman anaknya yang berkunjung ke rumah.

"Biasanya mereka minta `Tante, ngomong dong tante." Kini aktivitas Nurhasanah difokuskan pada keluarga dan Doraemon. Sesekali ia menerima undangan untuk tampil di televisi atau acara lain.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini