Share

Christine Hakim Sesak Dada ketika Bicara Sejarah, Kenapa Ya?

Rima Wahyuningrum, Jurnalis · Senin 10 April 2017 03:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 09 206 1662966 christine-hakim-sesak-dada-ketika-bicara-sejarah-kenapa-ya-MoGQIVrlia.jpg Christine Hakim (Foto: Rima/Okezone)

JAKARTA - Kiprah Christine Hakim dan eksistensinya di industri film tak usah diragukan lagi. Perannya di sejumlah film sejak era 1970-an diisi dengan berbagai genre membuat namanya dikenal sebagai aktor legendaris Indonesia. Berbicara sejarah, sudah empat kali karakter diperankan oleh wanita kelahiran Kuala Tungkal, Jambi tersebut.

Bagi Christine, tak mudah untuk memerankan film yang diangkat dari sejarah, menceritakan tokoh biopik pahlawan misalnya. Hal itu dikarenakan harus ekstra berkualitas karena ia menyebutnya memainkan skenario Tuhan.

"Kenapa dada saya sesak kalau bicara sejarah. Saya bersyukur sekali bisa terlibat dalam empat kali proses film sejarah," ungkap Christine di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat pada Minggu (9/4/2017).

"Terlibat di biopik ini sama dengan kita merekonstruksi skenario Tuhan. Ini kisah nyata. Orang-orang nyata yang sudah ada di kalam Allah dan kita harus merekontruksi," tambahnya.

Berbagai cara dilakukan olehnya untuk bisa memainkan seorang tokoh bersejarah, melalui riset kepustakaan misalnya untuk menambah wawasannya. Baginya memperlajari lewat berbagai sumber juga tak main-main, ia ingin bisa memberikan dampak dalam kemampuan seni yang ia ciptakan.

"Riset kepustakaan saja tidak cukup. Riset hanya sebatas menambah wawasan kita tentang sejarah perjalanan bangsa. Sejarah kalau enggak memberikan dampak hanya catatan usang," jelas perempuan kelahiran 25 Desember 1956 itu.

Lewat pengambilan informasi sejarah dari berbagai sumber tersebut, Christine menganggapnya sebagai bentuk tapak tilas mendalami karakternya. Ia berpendapat bahwa film bisa memberikan dampak secara komplet

"Istilah saya itu napak tilas batin dari tokoh sejarah itu sendiri. Walaupun ini bentuknya film, film itu ilmu yang paling lengkap daripada, sosiologi politik dan lain-lain," pungkas Christine Hakim.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini