Image

Kisah Nyata di Balik Beauty and the Beast dan Tiga Film Disney Lainnya

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Senin 20 Maret 2017, 13:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 03 20 206 1647173 kisah-nyata-di-balik-beauty-and-the-beast-dan-tiga-film-disney-lainnya-hh4X8oYFIR.jpg Beauty and the Beast. (Foto: Disney)

LOS ANGELES – Sudah menonton Beauty and the Beast terbaru? Jika ya, tahukah Anda bahwa ada kisah nyata dibalik cerita tentang Belle dan produksi film Disney lainnya.

Beauty and the Beast sejatinya berasal dari kisah asmara abad ke-16 di Prancis antara seorang pembantu dan seorang pria yang punya masalah dengan rambutnya. Berdasarkan cerita tersebut, Disney akhirnya membuat kisah itu menjadi nyata lewat film animasi dan kini dibuat ulang dengan teknik live-action.

Namun tak hanya Beauty and the Beast, sedikitnya ada tiga film lainnya dari Disney yang memiliki kisah nyata dibaliknya. Yuk kita simak siapa saja mereka.

1. Beauty and the Beast

Film Beauty and the Beast versi Disney diambil dari buku dongeng berjudul La Belle et la Bete karangan Gabrielle-Suzanne Barbot de Villeneuve yang dirilis pada 1740. Penulis asal Prancis itu terinspirasi oleh kisah nyata Petrus Gonsalvus dan tunangannya, Catherine.

Petrus mengidap hypertrichosis, yang membuat sekujur badan dan wajahnya dipenuhi rambut tebal dan gelap. Karena kondisinya tersebut, Petrus dibawa dari kampung halamannya di Kepulauan Canary di Prancis untuk menjadi tontonan keluarga kerajaan.

Catherine, seorang pembantu di lingkungan kerajaan, tidak tahu tentang kondisi Petrus sampai akhirnya keduanya bertemu pada hari pernikahan. Namun, sekalipun Catherine mengetahuinya, itu tidak mengganggunya.

Pasangan Petrus dan Catherine kemudian dikaruniai empat putra dan tiga putri. Di antara anak-anak tersebut, dua putra dan ketiga putri mewarisi kondisi Petrus. Keluarga itu pun menjadi terkenal di seantero Eropa.

2. The Hunchback of Notre Dame

Film animasi Disney yang dirilis pada 1996 itu mengisahkan perempuan gipsi bernama Esmeralda berteman dengan Quasimodo, pria bungkuk yang membunyikan lonceng Katedral Notre Dame di Paris.

Kisah itu didasari oleh novel karangan Victor Hugo yang dipublikasikan pada 1831. Banyak yang mengira novel dan film itu murni cerita fiksi. Akan tetapi, pada 2010, kalangan akademisi menemukan referensi yang menyebut soal keberadaan seorang pemahat bungkuk asal Inggris bernama Henry Sibson yang bekerja di katedral itu pada abad ke-19.

Sejumlah dokumen yang menyebut keberadaan Sibson ditemukan saat penjualan aneka perabot rumah di Cornwall, Inggris. Berkas-berkas itu kini menjadi koleksi Galeri Tate di London.

3. Pocahontas

Film Pocahontas versi Disney mengisahkan bagaimana perempuan dari suku asli Amerika Utara itu menyelamatkan penjelajah asal Inggris, John Smith, pada abad ke-17.

Dalam film tersebut diceritakan Smith berhasil selamat setelah diserang suku asli Amerika yang "buas" dan kemudian dia dan Pocahontas saling jatuh cinta.

Akan tetapi, sejarah hubungan antara suku asli Amerika dan penjajah lebih rumit dari film Disney. Suku Powhaton, keturunan Pocahontas yang sebenarnya, mengeluh kepada Disney dan menyatakan film itu "mengaburkan sejarah di luar logika".

Pocahontas lahir sekitar 1596 dengan nama Matoaka. Dia dijuluki Pocahontas yang artinya 'si bandel'. Oleh penjajah Inggris, Pocahonta dijadikan sandera ketika berusia 17 tahun dan ditawan selama lebih dari satu tahun.

Agar bisa bebas, dia sepakat menikah dengan seorang duda berusia 28 tahun bernama John Rolfe dan mengubah namanya menjadi Rebecca Rolfe. Pocahontas atau Rebecca hijrah ke London bersama suaminya dan berdua mereka dikaruniai seorang putra.

Pasangan itu mencoba kembali ke Virginia, namun Pocahontas meninggal dalam perjalanan di atas kapal saat berusia 21 tahun. Sementara, John Smith yang sebenarnya menulis tiga catatan semasa hidup bersama suku Powhaton. Namun perlu 17 tahun bagi dia untuk mengakui Pocahontas menyelamatkan nyawanya.

4. Mulan

Pada 1998, Disney merilis film Mulan yang mengisahkan seorang perempuan menyamar sebagai laki-laki untuk menggantikan posisi ayahnya yang sakit parah di militer Cina.

Versi Disney diambil dari Balada Mulan, sebuah puisi yang ditulis pada abad keempat atau kelima di Cina. Hua Mulan digambarkan sebagai seorang ksatria, yang pada usia 12 tahun mencapai keahlian di bidang kungfu dan bertarung menggunakan pedang.

Sejumlah sejarawan tidak yakin sosoknya asli. Tapi beberapa pakar mengatakan kisahnya amat mungkin didasari seorang perempuan Cina yang menginspirasi banyak orang ketika itu.

(FHM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini