Image

Duh, Ahmad Dhani Sebut K-Pop Musik Tidak Artistik

Dewanto Kironoputro, Jurnalis · Minggu 19 Maret 2017, 19:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 03 19 205 1646748 duh-ahmad-dhani-sebut-k-pop-musik-tidak-artistik-BlaFd0xfmd.jpg Ahmad Dhani (Foto: Sarah/Okezone)

JAKARTA – Demam K-Pop yang tengah mewabah di Indonesia tidak luput dari perhatian Ahmad Dhani. Namun, Dhani cenderung menolak keberadaan musik tersebut karena dianggapnya kurang baik.

Melalui Facebook, baru-baru ini, Dhani menggambarkan musik K-Pop sebagai musik yang tidak artistik yang dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat menarik.

Musik tidak artistik ini, di kemas sedemikian rupa dan di MAKE UP full sehingga seolah-olah ini adalah musik bagus dan ber keSENIan tinggi. Ada semacam IMAGE ENGINEERING yang bisa membuat mereka yang AWAM MUSIK secara otomatis menjadi "Terkesima",” tulis Dhani.

Dhani memberatkan kepada peran orangtua sebagai penyebab mengapa demam K-Pop mewabah di kalangan penikmat musik Tanah Air. Menurut Dhani, orangtua anak masa kini tidak memberikan musik lain agar anak-anak Indonesia memiliki selera yang dapat menangkal K-Pop. Dhani pun menyayangkan bahwa banyak generasi muda yang ikut terbawa demam K-Pop.

“Banyak generasi muda yang terkena Virus K POP dan menjadi DEMAM karena nya. Kenapa? Karena Orang Tua mereka tidak memberikan ANTI BODI SELERA... Sehingga anak-anak itu tidak memiliki KEDAULATAN SELERA...,” tulis Dhani.

Hal tersebut berbeda dengan keluarganya. Dhani mengaku anak-anaknya tidak menyukai musik K-Pop karena telah diberikan penangkal selera yang baik oleh Dhani. “AL EL Dul , Anak anak saya tidak pernah suka musik Korea... Karena dari kecil sudah saya ajari mereka dengan musik2 bermutu...musik musik yang mempunyai Unsur SENI yang Tinggi,” tambah Dhani.

Pernyataan panjang tersebut juga memuat pendapatnya mengenai praktik politik yang tengah ramai-ramainya di Indonesia. Dhani kemudian menyamakan pencitraan K-Pop dengan pencitraan berbagai aktor politik.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini