Image

Lagu Adele Selalu Bikin Sedih, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Agregasi Solopos, Jurnalis · Kamis 16 Februari 2017, 12:14 WIB
https img.okeinfo.net content 2017 02 16 205 1619890 lagu adele selalu bikin sedih ini penjelasan ilmiahnya 6quLdkIWJo.jpg Adele. (Foto: Billboard)

LONDON – Para pengamat musik menyakini lagu Adele berjudul Hello sebagai Ballad Song yang cocok didengarkan saat kejadian buruk. Berdasarkan hasil penelitian, single tersebut memiliki melodi tertentu yang bisa membuat senang atau sedih. Berikut penjelasan ilmiahnya.

Menurut peneliti dari Universitas McMaster, Kanada, menduga para komposer lagu Eropa termasuk Chopin dan Johann Sebastian Bach menggunakan isyarat ujaran untuk membuat karya-karyanya membangkitkan emosi.

Kebahagiaan dihasilkan dari menirukan pola ujaran bahagia, yakni nada suara yang lebih tinggi dan ketukan yang cepat. Kesedihan, sebaliknya, menggunakan nada suara yang lebih rendah dan ketukan yang lebih lambat.

Guna mengetes teori itu, para peneliti menganalisis kombinasi 72 awal sajak (prelude) dari Bach dan Chopin. Semua karya dipilih berdasarkan signifikansi dan popularitasnya. Mereka mengidentifikasikan pola-pola dalam karya yang memberi informasi nada emosional dalam lagu.

“Yang kami temukan adalah bukti baru bahwa komposer individual cenderung menggunakan isyarat dalam musik mereka serupa dengan penggunaan isyarat-isyarat tersebut dalam ujaran emosional,” kata pemimpin peneliti Michael Schutz dalam pernyataan yang dikutip Solopos dari realsimple.com, Kamis (16/2/2017).

Karya-karya bahagia digubah dalam kunci-kunci mayor kebalikan dengan karya-karya sedih yang digubah dalam kunci-kunci minor. Penemuan tersebut baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Frontiers of Psychology: Cognition.

Lantas bagaimana bisa riset tentang musik klasik ini berhubungan dengan lagu ballad milik Adele?

“Meski studi saya soal musik klasik, saya menduga prinsip-prinsip serupa juga dipakai di lagu Adele,” kata Schutz dalam sebuah surel.

“Dari sudut pandang akustik, lagu itu dimulai dengan suara “jarang” menyeramkan dalam ketinggian nada dan rata-rata hentakan yang pelan. Itu menyebabkan mood yang melankolis, yang kemudian Adele mengubah di bagian lagu selanjutnya ketika derajat energi mulai naik sedikit,” lanjutnya.

(FHM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini