Sir Paul McCartney Menggugat Sony Terkait Penerbitan Lagu The Beatles

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Jum'at 20 Januari 2017 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 20 205 1596719 sir-paul-mccartney-menggugat-sony-terkait-penerbitan-lagu-the-beatles-ANT4taagky.jpg Paul McCartney (Foto: Agregasi BBC)

JAKARTASir Paul McCartney, menggunakan pengadilan di Amerika Serikat untuk mendapatkan kembali hak atas 267 lagu-lagu klasik The Beatles.

Dia sudah berupaya mendapatkannya sejak tahun 1980-an namun kalah dari tawaran yang diajukan oleh mendiang Michael Jackson. Yayasan Jackson yang dililit utang akhirnya menjual hak atas lagu-lagu itu kepada Sony tahun lalu, termasuk lagu New York.

Gugatan yang diajukan Sir Paul di pengadilan Manhattan adalah penghentian hak cipta, atau hak dari pencipta untuk mendapatkan kembali karyanya dari perusahaan produksi musik setelah masa tertentu berlalu.

McCartney menggunakan gugatannya yang tercakup dalam Undang-undang Hak Cipta tahun 1976 Amerika Serikat yang dalam beberapa tahun belakangan juga digunakan oleh Prince, Billy Joel, dan Blondie untuk mendapatkan kembali hak atas karya-karyanya.

Namun Duran Duran beberapa waktu lalu kalah dalam kasus serupa karena Pengadilan Tinggi Inggris memutuskan bahwa kontrak yang ditandatangani di Inggris berada dalam posisi lebih tinggi dari hak penerbitan di Amerika Serikat.

Atas gugatan ini, pihak Sony/ATV berikan penjelasan. Berdasarkan Undang-undang di Inggris, perusahaan produksi musik itu bisa memiliki hak sampai 70 tahun setelah kematian penciptanya.

Lagu-lagu dalam katalog Lennon-McCartney, antara September 1962 hingga Juni 1981, layak untuk penghentian hak cipta di Amerika Serikat setelah 56 tahun.

Yang pertama adalah Love Me Do yang bakal dikembalikan ke Sir Paul pada tahun 2018 namun lagu-lagu lainnya termasuk Come Together dan Get Back, baru memenuhi syarat penghentian hak cipta pada 2025.

Penasehat hukum Paul McCartney berulang kali meminta Sony/ATV untuk mengakui penghentian hak cipta namun selalu ditolak.

Lewat pernyataanya, perusahaan tersebut mengatakan amat menghormati Sir Paul McCartney yang menjalin hubungan saling menguntungkan yang panjang dengan menghargai warisan katalog lagu Lennon dan McCartney.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini