Image

Periskop 2017: Musik Indie Jadi Alternatif di Tengah Dominasi Major Label

Raynaldi Wahyu, Jurnalis · Jum'at 13 Januari 2017, 22:25 WIB
https img.okeinfo.net content 2017 01 13 205 1591106

JAKARTA - Perkembangan musik dari tahun ke tahun semakin meningkat dan beragam. Walaupun banyak anggapan industri musik sedang melemah, para pelaku seni tak sedikit pun menyerah dengan keadaan.

Semangat bermusik yang besar dan kejujuran dalam berkarya menjadi salah satu kunci kesuksesan para seniman. Di samping manajemen dan cara promosi mereka.

Selaku pengamat musik, Bens Leo menganggap musisi indie justru tidak kalah saing dengan musisi major label. Beragam kreativitas dan inovasi 'nakal' kerap kali dilakukan oleh musisi dengan semangat independen.

"Sebetulnya yang dilihat kreativitas tetap ada karena setiap hari ada karya baru yang lahir. Spirit indie itu yang kita banyak berharap seperti Tulus, dua tahun lalu dia rekaman sendiri, edarkan lagu secara indie dan itu jalan (sukses)," ungkap Bens saat berbincang dengan Okezone.

Tak hanya Tulus, rekannya, Raisa Andriana lewat album teranyar berjudul Handmade juga menulis sendiri semua lirik lagu pada album tersebut dan turut andil dalam aransemen musik. Raisa menuangkan seluruh ide pada album yang dianggap sebagai pendewasaannya dalam bermusik.

Para musisi indie lain yang memiliki pendengar setia seperti Barasuara, White Shoes and The Couples Company (WSATCC), dan banyak lainnya juga dianggap Bens memiliki strategi promosi yang baik. Mereka memanfaatkan sosial media untuk menyebarluaskan karya.

"Medsos penting bagi para pendatang baru maupun yang lama. Karena dari sama lah mereka bisa menjual karya-karya dalam bentuk promosi di medsos yang akhirnya bisa manggung," imbuhnya.

Bukan hanya musisi indie, musisi muda atau musisi baru yang muncul dari ajang pencarian bakat di stasiun TV juga menarik perhatian Bens Leo. Baik dengan latar musik pop sampai dengan musik dangdut.

Bens Leo berharap musisi jebolan ajang pencarian bakat tidak berhenti berkarya setelah keluar dari program acara TV. Karya lagu yang original dan fresh adalah yang diharapkan agar mampu membangkitkan industri musik Tanah Air.

"Yang kita tunggu orang-orang produktivitas tinggi kayak orang ngeband. Mereka menciptakan lagu sendiri, merekam, mengedarkan dan manggung. Contoh-contoh seperti ini yang harus lahir karena menjawab tantangan agar orang itu tidak gelisah dengan era digital yang menyebabkan ragu untuk menjual CD," terangnya.

"Padahal kalau manggung banyak itu indikator mereka populer di atas panggung dan menjadi penampil baru. Itu yang harus teman-teman lakukan," tutup Bens Leo.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini