Image

Kisah Haru Perjuangan One Ok Rock Ajak Seribu Remaja Choir di We Are

Fahmi Abidin/Rima Wahyuningrum, Jurnalis · Jum'at 13 Januari 2017, 18:15 WIB
https img k.okeinfo.net content 2017 01 13 205 1590985 kisah haru perjuangan one ok rock ajak seribu remaja choir di we are hv2Ex14Mgr.jpg One Ok Rock (Foto: Syncmusic)

TOKYO – Bukan hal mudah mengumpulkan seribu orang untuk melakukan aksi bernyanyi bersama (choir), terlebih dilakukan sebuah program dokumenter yang disiarkan televisi NHK Jepang secara spesial. Namun, band One Ok Rock berhasil mewujudkannya di lagu We Are demi tujuan mulia membangun kepercayaan diri remaja Jepang yang mulai terkikis fenomena Hikikomori.

One Ok Rock yang terdiri dari Toru (Gitaris), Taka (Vokal), Tomoya (Drum), dan Ryota (Bass) digandeng stasiun televisi NHK Jepang untuk untuk menggarap program televisi bertajuk "ONE OK ROCK 18 Festival". Sebuah event yang menghadirkan 1.000 orang remaja berusia 17-19 tahun untuk bersama-sama mewujudkan pertunjukan kolosal di lagu We Are.

Tidak hanya sekadar bernyanyi menggaungkan lirik penuh emosional, Taka cs ternyata punya misi khusus di single terbarunya ini. Namun sejatinya, ada kisah haru yang menjadikan We Are menjadi spesial bagi remaja Jepang, terutama fans One Ok Rock yang telah menunggu lama karena mereka lebih aktif manggung di mancanegara dibanding di negeri sendiri.

Kisah bermula dari keprihatinan Taka cs terhadap budaya remaja Jepang yang mudah kecewa terhadap kegagalan, kisah percintaan yang kandas, sulitnya belajar di sekolah, peliknya mencari pekerjaan, hingga tuntutan hidup yang berat dari keinginan orangtua. Hal itu diperparah dengan fenomena Hikikomori.

Hikikomori merupakan sebuah fenomena sosial yang menjangkiti mayoritas remaja Jepang yang mengurung diri dan menghindari kontak dengan orang luar. Selain itu, karakter orangtua di Jepang yang terlalu “melindungi” anak sehingga membuat tidak mandiri memperparah “penyakit aneh” ini.

Menurut Sugawara Nao Chief Producer "ONE OK ROCK 18 Festival" seperti dikutip dari blog NHK Jepang, generasi 18 (tahun) di Jepang perlu mendapat motivasi agar tetap maju menghadapi kerasnya hidup dan jadi diri sendiri. “Sebuah tahapan keajaiban yang diproduksi oleh generasi 18 tahun dan One Ok Rock.”

“Seribu remaja tersebut, dipilih langsung para personel One Ok Rock lewat audisi video yang menampilkan kreatifitas mereka. Setelah terseleksi, mereka lantas melakukan latihan menyanyi dan koreografi,” kata Sugawara.

Seperti diketahui publik, band yang kini melebarkan sayapnya ke industri musik global lewat tur dan festival di berbagai negara itu telah merilis album terbaru berjudul "Ambitions" pada 9 Januari 2017. We Are adalah salah satu single epic yang menjadi andalan setelah Taking Off dan Always Coming Back.

Bergabung bersama dengan label asal Amerika Serikat yang juga menaungi Paramore dan nama besar lainnya, yakni Fueled by Ramen, One Ok Rock lantas merilis dua versi "Ambitions", yakni album untuk pasar Jepang dan Amerika yang terdiri dari 14 lagu. Sementara itu, video klip pun digarap oleh sutradara terkenal Mark Staubach.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini