Image

Yuk, Kulik Makna Album Amy Winehouse

Agregasi Jum'at 13 Januari 2017, 14:58 WIB
https img k.okeinfo.net content 2017 01 13 205 1590739 yuk kulik makna album amy winehouse S4IyqpzmPG.jpg Amy Winehouse (Foto: BBC)

JAKARTA - Meski telah tiada, namun Amy Winehouse tak bisa dipungkiri melahirkan karya-karya yang apik. Mari kita coba telisik lebih dalam lagi.

Paduan berbagai faktor dalam sebuah album yang mendunia seringkali sehalus bisikan, setipis tisu dan mustahil untuk menangkapnya kembali. Bakat memainkan peranan kunci, tetapi begitu juga timing yang tepat, penilaian dan keberuntungan luar biasa.

Dalam kasus album Amy Winehouse berjudul Back to Black yang dirilis 10 tahun lalu, bakatnya tidak dapat dipungkiri, tetapi penilaian personalnya dipertanyakan meski ketika keputusan artistiknya tak bisa digugat: timing yang tepat tentu saja merupakan sebuah anugerah; dan keberuntungannya berubah-ubah dari jelek ke bagus, dan kembali lagi dengan gairah yang terbarukan.

Bahan-bahan otobiografinya sudah cukup menjelaskan: anak perempuan bertemu anak laki-laki, lalu si anak laki-laki sedang dalam hubungan yang ia tak mau akhiri, tetapi daya tarik di antara keduanya terlalu kuat untuk dikalahkan. Perasaan mendua si anak laki-laki membakar perasaan rendah diri si anak perempuan.

Satu-satunya pelarian bagi si anak perempuan adalah minum atau mengkonsumsi narkoba sampai ia merasa berbeda.

Kondisi ini mengarah pada suatu rangkaian episode memabukkan yang suram dan berujung pada campur tangan teman-teman dan keluarga. Mereka mencoba untuk menyemangatinya agar merawat dirinya sendiri. Jauh di dalam pergolakan akan kecanduan dan dengan keahliannya menyangkal yang terbentuk dari upayanya menyembunyikan gangguan makan sepanjang hidupnya, dia bersikeras menyatakan bahwa dia baik-baik saja.

Dalam keadaan putus asa, dia melemparkan segalanya, benar-benar segalanya, ke dalam lirik lagu untuk album barunya sebagai satu-satunya penyelamatnya.

Di titik inilah bakatnya mengambil alih. Seluruh 11 lagu yang ditulis oleh Amy Winehouse untuk Back to Black adalah tanggapan puitis terhadap perasaan-perasaan yang kacau balau.

Terkadang lirik-lirik itu filosofis dan percaya diri - seperti pada Love is a Losing Game - terkadang kasar dan keras. Suaranya yang serak menyusun ketenangan dari situasi kekacauan sehingga memberinya - sekaligus para pendengarnya - suatu perasaan untuk mengendalikan perasaan patah hati.

Suara yang dia keluarkan juga merupakan suatu cara berdamai dengan sejumlah emosi yang luar biasa kuat dengan cara merinci sisinya yang paling gelap, tindakan-tindakannya yang paling tidak senonoh; dirinci dengan pandangan sangat awas dan ketelitian forensik untuk hal-hal detil.

Mendengarkan You Know I'm No Good akan menempatkan siapa saja masuk lebih jauh ke dalam gambaran itu lebih daripada yang mereka inginkan.

Rincian kehidupan nyata itu adalah salah satu dari berbagai faktor kunci yang memicu keberhasilan albumnya saat itu. Ketika Amy masih merupakan penggemar berat jazz, soul, dan gospel, ia menggunakan unsur emosional dari musik pada awal abad ke-20 sebagai dasar gaya penulisan lagunya. Lirik-liriknya terinspirasi dari kejujuran yang brutal dan ketangguhan hip hop.

Ini adalah suatu pengaruh yang dia senang tunjukkan, terutama dalam Me & Mr Jones, dengan rujukan pada rapper Slick Rick serta Nas, menggunakan ketidaksenonohan yang tidak pernah mengacak-acak notasi lagu Ella Fitzgerald atau Billie Holiday.

Faktor kunci lain, dan yang lebih kontroversial, adalah kemewahan aransemennya. Mark Ronson dan Salaam Remi berusaha menempatkan kata-kata Amy ke dalam latar musik yang mewah.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini