Image

Movie Review: Arrival, Sebuah Kedatangan atau Kepergian?

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Jum'at 06 Januari 2017, 12:28 WIB
https img o.okeinfo.net content 2017 01 06 206 1584722 movie review arrival sebuah kedatangan atau kepergian BD7opmaTgX.jpg Arrival (Foto: Ist)

JAKARTA – Dalam beberapa tahun terakhir, kita selalu disuguhkan film-film bergenre science-fiction yang melibatkan perjalanan ruang angkasa atau bagaimana jika umat manusia hidup di luar planet Bumi. Setelah Gravity, Interstellar, The Martian, kini hadir kembali sebuah film baru garapan sutradara Dennis Villeneuve yang berjudul Arrival.

Berbeda dengan para pendahulunya, Arrival justru terlihat lebih seperti sebuah film yang membahas tentang satu cerita utuh, tak dinamis yang mengandalkan alur cerita yang rumit dan membingungkan. Sebuah film yang pada akhirnya akan membuat para penontonnya untuk bertanya-tanya, “Mengapa ini bisa terjadi? Atau apa yang sebenarnya sedang terjadi?”

Arrival bukanlah sebuah film yang membuat penontonnya merasa puas usai menonton seperti yang pernah dilakukan oleh The Martian. Film ini seakan meminta untuk diperbincangkan sejenak, dibahas kembali adegan demi adegannya, lalu menimbulkan sebuah perdebatan. Dan di situlah, kunci kesuksesan Arrival.

Amy Adams berperan sebagai Dr. Louise Banks, seorang ahli linguistik yang sengaja dipanggil untuk mengidentifikasi benda terbang yang mendarat di 12 titik berbeda di bumi. Benda terbang berbentuk seperti tempurung kura-kura ini menimbulkan keresahan bagi umat manusia akan invasi alien ke Bumi. Louise diperintahkan oleh pemerintah untuk menanyakan apa maksud dari kedatangan benda terbang tersebut ke Bumi.

Bersama pihak militer Amerika Serikat, Louise juga dibantu oleh seorang fisikawan bernama Ian Donnelly (Jeremy Renner). Segar rasanya melihat sosok Renner keluar dari bayang-bayang tokoh Hawkeye yang selalu melekat di dirinya. Sementara Louise berusaha untuk melakukan interaksi melalui bahasa dengan sosok Heptapod, alien berkaki tujuh, Ian dengan kemampuan fisikanya terus membantu menemukan jawaban dari apa tujuan 12 benda ruang angkasa tersebut datang dan mendarat di Bumi.

Di luar kehidupannya sebagai ahli linguistik, Louise ditampilkan memiliki sisi kehidupan yang gelap. Saat film dimulai, sudah ditampilkan kisah kehidupan gelap Louise yang memiliki seorang putri bernama Hannah. Kehidupannya tak pernah digali lebih jauh sehingga membuat para penonton semakin penasaran. Namun, kematian Hannah dipercaya menjadi titik balik bagi kehidupan Louise, yang diperankan oleh Amy Adams dengan gemilang. Amy mampu berakting dengan sangat baik dalam film ini, sehingga tak heran jika mendapat banyak nominasi berkat film Arrival.

Sinematografi dalam film ini pun layak mendapat pujian. Secara keseluruhan, teknik pengambilan gambar hingga yang dihasilkan sangat pas dan tidak berlebihan. Apalagi, saat adegan pertama pertemuan Louise dan Ian dengan Heptapod.

Meskipun beberapa poin dari film ini terlihat mengagumkan, Arrival juga tak lepas dari kekurangan. Twist yang dimilikinya terbilang mudah ditebak, jika Anda memperhatikan unsur-unsur kecil yang diberikan oleh Villeneuve sebagai clue. Selain itu, film Arrival juga bisa berbalik jadi membosankan, bagi orang-orang yang memang tidak menyukai tipikal film yang membuatnya berpikir terlalu berat.

Secara keseluruhan, nilai 8 pantas didapatkan oleh Arrival dengan berbagai kelebihannya sebagai sebuah film. Film ini akan mulai tayang di bioskop-bioskop di Indonesia mulai hari ini, Jumat (6/1/2017). Sebuah pelepas dahaga bagi para moviegoers yang sudah mulai bosan dengan film-film blockbusters. Happy watching, everyone! (fik)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini