nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta

ant, Jurnalis · Jum'at 16 Desember 2016 15:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 12 16 33 1568461 ziggy-zezsyazeoviennazabrizkie-pemenang-sayembara-novel-dewan-kesenian-jakarta-fah8TGuSlG.jpg Sayembara Dewan Kesenian Jakarta 2016 (Foto: Ist)

JAKARTA - Novelis Lampung Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie sukses menjadi juara pada sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2016. Dewan juri yang terdiri dari Bramantio, Seno Gumira Ajidarma, dan Zen Hae juga memutuskan tidak ada pemenang kedua dan ketiga.

Informasi dari panitia sayembara itu, saat dihubungi dari Bandarlampung, Jumat, memastikan novelis Lampung itu, dengan karya novelnya berjudul Semua Ikan di Langit, berhasil menyisihkan ratusan karya novel lainnya.

Dewan juri tidak memilih pemenang-pemenang di bawahnya karena ada perbedaan mutu yang tajam antara pemenang pertama dan naskah-naskah lainnya.

Meski demikian, dewan juri memilih sejumlah naskah yang masih menunjukkan sejumlah keunggulan. Adapun empat naskah unggulan yang dipilih, yakni berjudul Lengking Burung Kasuari, Tanah Surga Merah, Curriculumvitae, dan 24 Jam Bersama Gaspar.

Zen Hae, salah satu dewan juri mengatakan, sebanyak 343 naskah yang masuk dalam perhelatan dua tahunan itu.

"Dari jumlah naskah itu, 317 naskah di antaranya lolos persyaratan administrasi dan bisa berkompetisi dalam ajang ini," ujar sastrawan Zen Hae dalam keterangannya.

Lebih lanjut dikatakannya, dewan juri kemudian menilai kondisi umum naskah bacaan bermasalah, baik dari tata bentuk novel maupun dalam soal penggunaan bahasa Indonesia sebagai media sastra.

Juri lainnya, Seno Gumira Ajidarma menyebut masalah itu, di antaranya adanya keinginan kuat untuk menjelaskan dengan cara hampir mengutip, dialog yang tidak lentur, pencerita yang tidak jelas posisinya, riwayat kekerasan dan luka Indonesia, membicarakan banyak hal.

"Akibatnya novel sebagai sebuah karya sastra kehilangan kesatuan cerita. Seakan-akan seluruh isi dunia hendak dituangkan ke dalam novel, dan kehilangan daya di tengah cerita," kata Seno Gumira yang juga merupakan cerpenis garda depan Indonesia dalam penjelasannya terkait penilaian karya peserta sayembara novel DKJ 2016 itu pula.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini