Teater Musikal Raksasa Ajarkan Anak Anti Korupsi

Rima Wahyuningrum, Jurnalis · Senin 05 Desember 2016 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 05 206 1559089 teater-musikal-raksasa-ajarkan-anak-anti-korupsi-j5FbjDU55W.jpg Teater Raksasa (Foto: Rima/Okezone)

JAKARTA - Pemahaman anti korupsi dibekali sejak dini bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti salah satunya lewat seni teater musikal. Komunitas seni dan budaya Jendela Ide bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menyelenggarakan teater musikal berjudul Raksasa.

Pentas yang diadakan pada 22 - 23 Desember 2016 di Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat tersebut bertujuan untuk mengajarkan kepada anak-anak tentang integritas dan nilai-nilai anti korupsi.

"Tahun ini bekerjasama dengan Jendela Ide secara cerdik dan tepat nilai-nilai integritas dibuatkan betul untuk mempermudah dari yang knowladge menjadi skill," jelas Sudjarnako, Direktur Pelayanan dan Pendidikan Masyarakat KPK di Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (5/12/2016).

"Khusus anak-anak karena integritas harus cepat, baik pemain, orangtua dan sutradara juga ilmu belajar nilai-nilai korupsi yang dulu dari knowladge yang secara langsung diimplementasikan," tambahnya.

Raksasa menceritakan tentang perjuangan sekelompok murid atas keserakahan pemimpin keji. Mereka melawan untuk kembali membangkitkan sebuah Pohon Harapan yang hancur karena kota telah berubah menjadi kota mesin yang diisi dengan lingkungan rusak dan masyarakat sengsara.

Teater musikal ini menggandeng orang-orang sukses di baliknya. Seperti nantinya akan menampilkan tujuh buah lagu di mana salah satunya berjudul Semangat Pagi yang menang dalam Anugrah Musik Indonesia (AMI) 2016 kategori Artis Grup Vokal Terbaik. Tak hanya itu penulis naskah terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2009 yaitu Sally Anom.

Aksi pentas teater begaris besar soal ketidakadilan dan kekuasaan ini disutradari oleh Marintan Sirait dan diproduseri Andar Manik. Mereka juga menggaet sekitar 250 orang mulai dari anak-anak dan remaja sebagai pemain dan dewasa sebagai sosok di baliknya.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini