Band Radja Kecewa Pengusaha Inul Karaoke Mangkir di Persidangan

Amazon Dalimunthe, Jurnalis · Senin 18 Juli 2016 13:10 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 18 205 1440432 band-radja-kecewa-pengusaha-inul-karaoke-mangkir-di-persidangan-oHcGsZzHiZ.jpg Grup Band Radja (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA-- Band Radja mengaku kecewa terhadap Kim Sungkhu pengusaha karaoke Inul Vista yang dua kali mangkir tidak hadir dalam persidangan yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

"Gimana tidak kecewa, dua kali tergugat tidak hadir. Alasan ketidakhadirannya pun tidak jelas, untuk itu hakim perintahkan kepada jaksa penuntut umum agar selidiki keberadan terdakwa dan wajib dihadirkan di persidangan berikutanya," jelas Moldy Gitaris Radja

Yang membuat Hakim dan Moldy geram, pihak terdakwa menyerahkan surat pemberitahuan kalau tidak bisa hadir karena tengah berada di Korea dengan alasan berobat. "Ini kan masalah hukum yang serius, masa terdakwa seenaknya mangkir dan pemberitahuannya diberikaN  di persidangan dan dalam bentuk foto copyan. Ini namanya pelecehan lembaga hukum yang terhormat. Apalagi yang melakukan warga negara asing,"ujar Moldy geram.

Hal lain yang membuat Moldy heran terdakwa yang di ancam hukuman 7 tahun, tapi tidak ditahan oleh pihak Kejaksaan. " Karena ini kasus pidana dan ancaman hukumannya 7 tahun dan sesuai undang undang terdakwa semestinya dilakukan penahanan, agar mempermudah proses persidangan. Tapi ini tidak dilakukan, kan aneh. Wajar saja kalau terdakwa bisa kabur ke negaranya dengan alasan berobat." kata Moldy heran.

Semestinya Jaksa Penuntut Umum bekerja lebih tegas dan profesional, sehingga dalam memberi keterangan tidak bertele tele dan mengada ada. "Kami sudah mengadukan kekurang ketegasan JPU ke Kejakgung dan setelah mendapat keterangan dari kami, Kejakgung mengakui kalau kerja JPU tidak profesional dan akan segera menindaklanjuti laporan kami," papar Moldy.

Buat Moldy, apa yang dilakukan Kim Sungkhu pelanggaran hak moral dan ekonomi karena mengekploitasi karya Band Radja selaku pencipta lagu dan hal tersebut melanggar UUHC no 19 th 2002 pasal 72 ayat 1,2 dan 6. Bukti kejahatan karaoke Inul Vizta terhadap karya Band Radja adalah : Memutilasi (mengedit), Mengadopsi (Menaruh Logo), Mendistribusi (memperbanyak/menggandakan) dan mengeksploitasi (Membisniskan)

"Kami berharap pada sidang berikutnya JPU biasa menghadirkan terdakwa sehingga masalah bisa segera diputuskan," tandas Moldy.

(Amz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini