TERHEBOH: Gitaris Indonesia Dipuji Personel Megadeth

Alan Pamungkas, Jurnalis · Senin 06 Juni 2016 09:05 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 06 33 1407176 terheboh-gitaris-indonesia-dipuji-personel-megadeth-hO1jmfEV7A.JPG KOntes Ibanez (Foto: Ist)

JAKARTA - Gitaris Indonesia memiliki kemampuan yang tak kalah dengan gitaris luar negeri, hal tersebut diungkapkan oleh Kiko Loureiro gitaris Megadeth. Hal itu diungkapkan Kiko saat menjadi juri bagi peserta kompetisi Ibanez Flying Fingers 2016.

General Manager Ibanez Patricia Dharmawan mengatakan, dalam proses penjurian Kiko sempat mengutarakan ketakjubannya terhadap gitaris-gitaris dari Indonesia. Hal itu diucapkannya berkali-kali bahkan saat menonton video entry dari salah satu peserta yang juga pemenang pertama kompetisi ini, yaitu Frans April.

"Kiko sempat berujar bahwa Frans April harus mengajarinya beberapa hal dalam bermain gitar," ujarnya saat menyerahkan hadiah bagi para pemenang kompetisi.

Menurut Patricia, hal tersebut merupakan sebuah kebanggaan bagi gitaris Tanah Air, bahwa kompetisi ini membuktikan kepada mata dunia bahwa gitaris Indonesia sudah layak disejajarkan dengan gitaris mancanegara, atau bahkan lebih baik lagi.

"Selain Kiko Loureiro, kompetisi ini juga menarik perhatian dari banyak gitaris top mancanegara di antaranya, Steve Vai, Andy Timmons, Herman Li, Dino Cazares, Polyphia, Chon dan sebagainya," papar Patricia.

‎Patricia menjelaskan, kompetisi Ibanez Flying Fingers diadakan oleh distributor Ibanez di Indonesia, PT Mahkota Musik Indonesia. Kompetisi ini dimulai dari Maret sampai April dengan total challengers sebanyak 350 orang. Kemudian disaring menjadi 10 challengers terbaik untuk dipilih oleh Kiko Loureiro (Megadeth/Angra) yang juga salah satu artis Ibanez internasional.

‎Dari proses penyaringan tersebut, terpilih sebagai juara tiga yakni, Giant Lombok (Lombok) Ibanez GRG 250, kemudian Multi Nugraha dari Makassar untuk juara 2 Ibanez AKJ 95, dan Frans April dari Kediri untuk juara 1 Ibanez PWM 100.

"Khusus untuk juara 1 harga gitar tersebut berkisar sekitar Rp44 Juta serta diajak ke Guang Zhou China untuk meet and greet dan tampil sepanggung dengan Paul Waggoner (Between Burried and Me)," kata dia.

Patricia menambahkan, kompetisi bagi para gitaris ini pada awalnya bernama Flying With Ibanez. Kompetisi pada tahun ini merupakan tahun ketiga penyelenggaraan acara yang melibatkan ratusan gitaris dari seluruh tanah air tersebut.

Setelah melihat kesuksesan acara ini, pihak Hoshino Gakki Japan selaku pemegang brand Ibanez dunia menyatakan minatnya untuk mengadopsi konsep tersebut untuk diaplikasikan ke berbagai distributor di berbagai dunia dan menyeragamkan namanya menjadi Ibanez Flying Fingers. China merupakan negara pertama yang menyelenggarakan Ibanez Flying Fingers, disusul Indonesia.

(edh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini