nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wanda Hamidah Bongkar Pengalaman Pahit Era Reformasi

Raynaldi Wahyu, Jurnalis · Rabu 11 Mei 2016 04:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 05 11 33 1385047 wanda-hamidah-bongkar-pengalaman-pahit-era-reformasi-NtlRcXrAxi.jpg Wanda Hamidah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wanda Hamidah berbagi pengalaman saat dirinya masih menjadi mahasiswa tahun 90an saat kepemimpinan Presiden Soeharto. Berbagai pengalaman pahit dirasakannya pada saat itu.

"Saya di zaman Sorharto merasakan gimana dibelenggu, tidak bisa vokal dan mengkritisi yang tujuannya membangun. Mau beli buku tidak sebebas sekarang, zaman dulu foto copy ngumpet-ngumpet mau rapat atau ngumpul dengan teman juga ngumpet-ngumpet," cerita Wanda saat ditemui di Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat, Selasa 10 Mei 2016.

Saat masih aktif melakukan demonstrasi, Wanda Hamidah juga ternyata pernah masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang). Ibu lima anak ini juga sempat dikurung dalam rumah oleh ibundanya saat ia ingin demonstrasi.

"Yang tegang bukan saya, tapi orang saya pernah dikunciin di rumah enggak boleh ikut demo. Akhirnya saya mau manjat, tapi dengan berat hati dibukain pintu sama mama," ungkap Wanda.

Tak hanya sampai di situ, Wanda juga menjadi saksi mata langsung banyaknya korban jiwa saat terjadinya kerusuhan pada tahun 1998 silam. Kucuran darah dan peluru yang menancap di tubuh orang bukan menjadi hal tabu baginya pada saat tragedi berdarah 12 Mei 1998.

"Waktu jam 6 pagi penembakan depan mata saya darah berceceran, peluru menempel di pala, leher," ujar teman dekat Raffi Ahmad ini.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini