nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Produser Curhat di Pesta Rakyat Hari Film Nasional 2016

Raynaldi Wahyu, Jurnalis · Senin 04 April 2016 04:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 04 04 206 1352938 produser-curhat-di-pesta-rakyat-hari-film-nasional-2016-cd8zGZnQUD.jpg Manoj Punjabi (Foto: Twitter Manoj Punjabi)

JAKARTA - Pesta Rakyat Hari Film Nasional 2016 yang bertempat di Taman Menteng telah berlangsung. Terdapat rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Badan Perfilman Indonesia (BPI), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Di tempat ini ada nobar, jumpa artis, produser dan sutradara, pameran peralatan syuting film, pojok film anak, galeri artis Indonesia, dan lainnya.

Beberapa sutradara dan produser yang hadir di antaranya adalah Manoj Punjabi (Produser MD Ent), Frederika (Produser Falcone Pictures), Joko Anwar (sutradara), Danni Rahman (sutradara), Gunawan Paggaru (sutradara), Marcella Zalianty, para penulis skenario, dan masih banyak lagi. Kali ini, tema yang diangkat adalah "Film Indonesia Adalah Kita".

Nia Dinata mengambil alih panggung lebih dulu dengan berbagi cerita penggarapan film terbarunya, Ini Kisah Tiga Dara. Film yang diperankan oleh Ray Sahetapy, Shanty, Tara Basro, Dimas Beck, Rio Dewanto, Titiek Puspa ini terinspirasi dari film berjudul Tiga Dara karya Usmar Ismail.

"Aku emang dari kecil ingin bikin film tentang kakak beradik perempuan. Ini Kisah Tiga Dara musikal juga sih terinspirasi dari sinema akhir pekan 70an di TVRI," ujar Nia saat ditemui di Taman Menteng, Jakarta Pusat, Minggu 3 April 2016.

Setelah Nia Dinata, Manoj Punjabi berbagi kisah mengenai kesuksesan Surga Yang Tak Dirindukan kepada pengunjung yang hadir. Nanti malam juga akan ada nonton bareng film Surga Yang Tak Dirindukan dan Mantan Terindah. Di tempat ini pula, para pegiat film curhat mengenai kondisi perfilman Tanah Air.

"Pembajakan jadi sesuatu yang merugikan kita secara industri. Dengan kualitas yang tidak bermutu itu tidak baik, jadi pemerintah harus turun tangan lebih keras lagi karena sangat merugikan. Mudah-mdahan dunia digital mampu mengurangi pembajakan," ujar Manoj.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini