Mira Lesmana : Praktek Sensor Sering Menuai Kontroversi

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Jum'at 18 Maret 2016 17:06 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 18 206 1339672 mira-lesmana-praktek-sensor-sering-menuai-kontroversi-momXfKbUUW.jpg Mira Lesmana (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Hari ini Indonesia memperingati 100 Tahun Sensor Film Indonesia. Praktek pemotongan adegan dalam film yang dinilai tidak pantas ini sudah berlangsung sejak era kolonial Belanda pada tahun 1916 silam. Kontroversi terus mengiringi langkah perkembangan sensor film di industri perfilman Tanah Air yang digawangi oleh Lembaga Sensor Film.

Dalam hari jadinya yang ke 100 tahun ini, sejumlah pelaku dunia industri layar lebar coba untuk menyuarakan apa yang ada dalam pikiran mereka terkait sensor film yang berlangsung di Indonesia. Salah satu pelaku tersebut adalah Mira Lesmana. Melalui CNN Indonesia, Mira mengutarakan apa yang menjadi penyebab perjalanan praktek sensor film di Indonesia sering menuai kontroversi.

"Kami bikin (film) 17 tahun keatas, tapi yang nembus anak kecil masuk (bioskop) banyak sekali. Padahal ada Lembaga Sensor Film, lalu buat apa? Sementara film yang harusnya tidak disensor - karena dia untuk dewasa - jadi disensor," papar Mira.

Pemilik Miles Films ini juga menuturkan tentang bagaimana sensor film tidak mencerdaskan para penikmat film layar lebar yang ditimbulkan karena lemahnya daya saring masyarakat dalam memilah tayangan-tayangan yang layak dan tidak layak untuk disaksikan oleh semua kalangan usia yang berimbas pada tidak optimalnya kinerja Lembaga Sensor Film.

"Sekarang ini kacau, kebalik-balik. Yang enggak boleh ditonton sama anak-anak, ditonton. Yang sudah diperbolehkan untuk orang dewasa, malah disensor. Jadi tidak mencerdaskan gitu," cetusnya.

(Amz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini