Dituduh Lakukan Pemerasan, Radja Ngadu ke DPR

Menda Clara Florencia, Jurnalis · Rabu 23 Desember 2015 19:16 WIB
https: img.okezone.com content 2015 12 23 205 1273773 dituduh-lakukan-pemerasan-radja-ngadu-ke-dpr-lznP8DTqGU.jpg Radja (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kasus hukum antara Radja dengan lima rumah karaoke masih terus bergulir. Belum lama ini, Ian Kasela dilaporkan salah satu rumah karaoke dengan tuduhan pemerasan.

Guna meminta perlindungan hukum Ian Kasela sambil didampingi kuasa hukumnya, Ramdan Alamsyah berniat mengunjungi komisi III dan X DPR RI.

"Dugaan kriminalisasi atas klien kami (Ian kasela dan rekan Radja lainnya) karena anggota masih banyak reses, minggu depan kita kesana lagi biar bisa diterima oleh Ketua Komisi III dan X DPR RI," ujar Ramdan, saat ditemui di kantor hukumnya di kawasan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (23/12/2015).

Ian Kasela melaporkan lima buah rumah karaoke diantaranya, Nav, Charlie, Inul Vizta, Diva, Happy Puppy. Saat ini laporan Ian sudah tahap P21. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan lanjut dari Kejaksaan RI.

"Pertanyaannya, kenapa sampai saat ini perkara ini tidak disidangkan tahap duanya kapan? Ada apa antara Mabes Polri dengan pihak Kejaksaan kok seolah-seolah buntu. Oleh karena itu kita minta perlindungan hukum ke Komisi III," tutup Ramdan.

Kasus ini bermula dari diputarnya tiga lagu Radja di lima rumah karaoke tersebut akan tetapi Radja merasa tidak pernah mendapatkan royalti dari pemutaran lagu tersebut.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini