nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Aktor Hollywood Buat Film tentang Tsunami Aceh

Raynaldi Wahyu, Jurnalis · Jum'at 18 September 2015 22:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 09 18 206 1217030 alasan-aktor-hollywood-buat-film-tentang-tsunami-aceh-2TZxq3HVlk.jpg Preskon film Earthbound (Foto: Ray)

JAKARTA- Robin Shou, aktor Hollywood yang terkenal lewat perannya sebagai Liu Kang dalam film Mortal Kombat menyambangi Jakarta untuk penayangan film pertamanya sebagai sutradara, Earthbound.

"Film ini tentang harapan dan kehilangan, di mana saya pernah merasakan langsung, keluarga saya meninggal dan saat ingin melakukan sesuatu hal berat tapi enggak ada orang di samping kita. Saya pengen orang yang menonton merasakan bagaimana rasanya kita kehilangan dan kehadiran kembali orang tersayang yang telah tiada," ungkap Robin saat jumpa pers film perdananya.

Dia memiki alasan khusus mengapa dirinya menggarap film bertema tsunami dan gempa yang terjadi di Aceh pada 2004 silam. Robin mengaku ingin menginspirasi masyarakat luas baik dalam maupun luar negeri agar perduli tentang cerita dari film bukan efek yang disuguhkan..

"Mengusung tsunami karena melihat berita, ada banyak orang yang tewas dan kebanyakan anak kecil. Saya pengen semua dunia tahu dan saya bingung kenapa semua orang jarang yang mengetahui hal itu, apa karena enggak ada orang Amerika di situ?," terangnya.

"Mulai sekarang kalau ada orang yang memberi uang ke saya walaupun dengan nominal kecil, saya akan membuat film yang terfokus kepada menginspirasi orang. 30 tahun saya di industri Hollywood, tapi satu yang pengen saya rasakan dan film Earthbound ini yang membuat saya berubah," tambahnya.

Earthbound adalah film pendek berdurasi 22 menit yang bercerita tentang sebuah keluarga korban yang berhasil selamat dari terjangan tsunami dan gempa yang menimpa Aceh.

Film yang meraih penghargaan Special Jury Award dan International Special Jury Award dari dua festival berskala Internasional ini menggaet para bintang Indonesia seperti Teuku Rifnu Wikana, Reza Nangin, Bima Azriel, dan Tya Arifin.

Namun, film ini hanya tayang secara indie dan untuk perlombaan festival film yang diselenggarakan International Film Competition Festival (IFCOM) dan International Film Festival For Peace, Inspiration and Equality (IFFPIE).

(rik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini