Share

Berbau Kolonialis, Video Klip Taylor Swift Dikecam

Cininta, Okezone · Rabu 02 September 2015 18:13 WIB
https: img.okezone.com content 2015 09 02 205 1207149 berbau-kolonialis-video-klip-taylor-swift-dikecam-yHmfgbWDrh.jpg Cuplikan video klip terbaru Taylor Swift "Wildest Dreams". (Foto: ET Online)

LOS ANGELES- Video klip terbaru Taylor Swift Wildest Dreams, yang dirilis awal pekan ini, telah ditonton lebih 12 juta orang dalam waktu kurang dari 3 hari. Namun, video tersebut memancing reaksi sebagian kalangan yang menganggap Taylor tidak peka terhadap isu kolonialisme.

Video klip berdurasi 3,54 menit ini bercerita tentang dua bintang film kulit putih era 1940-an (diperankan Swift dan aktor Scott Eastwood) yang sedang syuting film di gurun Afrika.

Sebuah tulisan berjudul "Taylor Swift Is Dreaming of A Very White Africa" (Taylor Swift Memimpikan Afrika yang Dipenuhi Kulit Putih), yang dimuat situs National Public Radio (NPR), mempertanyakan kenapa hampir semua model di video klip itu berkulit putih.

"Taylor Swift berpakaian seperti perempuan era colonial di tanah Afrika. Semua model di video klip ini berkulit putih,” tulis kontributor NPR dari Uganda, Viviane Rutabingwa dan James Kassafa Arinaitwe. "Kami terkejut, di tahun 2015, Taylor Swift, perusahaan rekaman dan tim produksi videonya menganggap tidak ada yang salah dengan video yang menampilkan fantasi kolonialis kulit putih tentang Afrika.”

Media besar lainnya juga menyampaikan kritik serupa. Huffington Post mengaitkan video Wildest Dream dengan “kolonialisme kulit putih”. Sementara situs Jezebel menulis, “Video klip ini menampilkan surga safari Afrika seperti yang dijanjikan! Singa! Gajah! Scott Eastwood! Dan, anehnya, hampir tidak ada orang kulit hitam di situ.”

(cin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini