Film "Mencari Hilal" Kritik Mahalnya Sidang Isbat

Yatti Febriningsih, Jurnalis · Minggu 05 Juli 2015 21:30 WIB
https: img.okezone.com content 2015 07 05 206 1176671 film-mencari-hilal-kritik-mahalnya-sidang-isbat-DpnkkTlw6D.jpg Film "Mencari Hilal" akan mulai ditayangkan pada 15 Juli. (Foto: Info Film)

JAKARTA - Jelang Hari Raya Idul Fitri banyak karya religi yang disiapkan oleh pekerja seni tanah air, salah satunya adalah film “Mencari Hilal”, karya sutradara Ismail Basbeth.

Film ini menceritakan tentang Mahmud (diperankan Deddy Sutomo), seorang pria 60 tahun yang sangat taat kepada agama. Selama bertahun-tahun berdakwah agar setiap orang percaya bahwa Islam adalah satu-satunya jalan kehidupan. Bagi Mahmud, tak yang lebih mulia selain berjuang menerapkan perintah Islam dalam semua aspek kehidupan.

Sampai suatu saat Mahmud mendengar kabar bahwa sidang isbat untuk menentukan Hari Raya Idul Fitri di Kementrian Agama menelan dana hingga Rp9 miliar. Mahmud sangat menyayangkan hal itu, dan ia kembali teringat tradisi mencari hilal yang di pesantrennya dahulu. Maka dimulailah perjalanan spiritual Mahmud untuk menghidupkan kembali tradisi tersebut

Melalui perjalanan spiritualnya tersebut, Mahmud ingin menunjukan jika hilal bisa ditemukan tanpa menelan biaya milyaran. Ia juga ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa ibadah bukanlah untuk memperkaya diri.

Akan tetapi, niat Mahmud dihalangi anaknya, Heli (Oka Antara), yang khawatir akan kesehatan ayahnya. Meski begitu, Mahmud berkeras untuk melanjutkan niatnya, sehingga Heli pun terpaksa ikut bersama sang ayah.

Heli adalah anak bungu Mahmud yang telah lama pergi dari rumah karena bertentangan dengan sang ayah. Heli, aktivis lingkungan hidup, kerap melontarkan kritik terhadap agama yang membuat ayahnya gerah. Film yang juga dibintangi Toro Margens dan Erythrina Baskoro ini akan resmi ditayangkan di bioskop-bioskop Indonesia mulai tanggal 15 Juli mendatang.

(ryl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini