Alami Pelecehan Seksual, Penyanyi Cilik T Lapor Polisi

Bayu Septianto, Jurnalis · Kamis 12 Maret 2015 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2015 03 12 33 1117524 alami-pelecehan-seksual-penyanyi-cilik-t-lapor-polisi-GtPJbQrBjE.jpg T laporkan manajer ke polisi (Foto: Bayu/Okezone)
JAKARTA - Penyanyi cilik T (14) mendatangi Bareskrim Mabes Polri siang ini. Didampingi kuasa hukumnya T melaporkan adanya tindakan pelecehan seksual dan pencurian yang dilakukan mantan manajernya saat sedang show di Singapura dan Malaysia.

"Kami mendampingi orangtuanya T melaporkan dugaan pencurian dan perbuatan cabul yang dilakukan oleh mantan manajernya, warga negara Singapura," ujar kuasa hukum T, Edi Ribut Harwanto di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2015).

Menurut Edi, selain melakukan tindakan pelecehan seksual itu, mantan manajer yang berinisial AD itu juga mencuri barang-barang milik T, termasuk gitar kecil yang menjadi ciri khas dari penyanyi cilik itu.

"Pencurian laptop, baju, sama dua buah kamera, lalu gitar tapi gitar itu telah dikembalikan secara terselubung," jelasnya.

Edi menuturkan, kejadian ini terjadi saat T berada di Singapura. Pencabulan itu dilakukan sejak awal Januari, saat ia melakukan pentas di sejumlah negara seperti Singapura dan Malaysia. Saat berada di Singapura dan Malaysia itulah, lanjut Edi T mengalami tindakan pencabulan yang dilakukan mantan manajernya itu.

"Modusnya itu terlapor meraba-raba mengeluarkan alat vital depan T, disuruh memegang bokong T," ungkapnya.

Mengetahui kejadian itu, pihak produser pun memberikan peringatan kepada mantan manajernya yang berada di Singapura itu. T, lanjut Edi langsung dipulangkan oleh pihak produser ke Indonesia untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

"Begitu sampai di Indonesia, di Jakarta tegar belum berani bilang, namun ketika dia pulang ke Subang dia baru bilang orangtuanya," pungkasnya.

Sebelumnya, pada Rabu 11 Maret 2015 kemarin, T juga melaporkan tindakan pelecehan seksual itu ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA).

Arist Merdeka Sirait selaku Ketua Komnas PA menyambut keluhan Tegar dengan tangan terbuka dan menyikapi permasalahan ini dengan serius.

"Awalnya T tak merasa ada kekerasan seksual, akhirnya label memberikan informasi sudah dua bulan tidak bisa berkomunikasi, akhirnya dikembalikan ke Jakarta," tandas Arist kemarin.

(rik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini