Share

Move On Lagi, Idealisme Project Pop Hadapi Industri Musik

Alan Pamungkas, Okezone · Kamis 26 Februari 2015 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2015 02 26 205 1111177 move-on-lagi-idealisme-project-pop-hadapi-industri-musik-Q4XnACF3LI.jpg Project Pop siap hadapi industri musik kembali (Foto: Alan/Okezone)
JAKARTA - Grup vokal Project Pop menelurkan karya terbaru dalam album repackage berjudul Move On Lagi. Album ini berisi 12 lagu, dimana dua lagu baru dan sisanya lagu lama yang pernah menjadi hits di zamannya.
 
Dengan menempuh jalur indie, Project Pop tampak berusaha menunjukan karakteristiknya di album ini. Dua lagu baru, yakni Mengapa Mengapa dan Antara Bandung dan Kuala Lumpur menjadi cerminan grup vokal yang lahir pada tahun 1996.
 
Mengapa Mengapa menjadi pembeda karya Project Pop sebelumnya. Dimana lagu ini, unsur dangdut koplo dan campur sari sangat dominan. Tak cuma lagu, teknik vokal para personil pun layaknya penyanyi dangdut, lengkap dengan cengkok yang mendayu-dayu. Maka dari itu, Mengapa Mengapa menjadi "senjata" bagi Yossi, Tika, Gugum, Oon, Odie, dan Udjo.
 
Lirik Mengapa Mengapa sangatlah kocak dan jenaka. Sang pencipta, Oon tampak ingin menunjukan jati diri Project Pop yang terkenal lewat grup vokal jenaka. Dengan bantuan Irwan Simandjuntak, Project Pop ingin mengabarkan jika Mengapa Mengapa segara mengalahkan ketenaran Dangdut Its The Music of My Country.
 
Idealisme dan komersialisasi cendrung selalu berbenturan tetapi tidak dengan Project Pop. Mereka seolah-olah ingin mengawinkan idealisme dan komersialisasi dalam satu paket. Apa buktinya?
 
Terjawab dalam lagu Antara Bandung - Kuala Lumpur yang bergenre Melayu. Musik yang diciptakan oleh Ratna Koin dan Wawan J yang pernah ditenarkan oleh Tegar itu diubah liriknya oleh seluruh personil Project Pop.
 
Di lagu ini, lirik sedikit serius namun tetap tak menghilangkan unsur jenaka dan sentilan khas Project Pop. Mengisahkan hubungan percintaan jarak jauh antara Bandung dan Kuala Lumpur.
 
Dari dua lagu di atas, Mengapa Mengapa dan Antara Bandung dan Kuala Lumpur, Project Pop ingin merangkul berbagai kalangan penikmat musik. Sekaligus meraih pangsa pasar Asia Tenggara.
 
Bukan hal yang mustahil memang, apalagi ditambah dengan sepuluh lagu yang diaransemen ulang sesuai dengan idealisme Project Pop dan kondisi pasar saat ini. Lagu-lagu seperti Move On, Gara-gara Kahitna, BDG40, Plis Plis Polisi, Sama-sama, Goyang Duyu (Dance Version), Together Hamburger, Beda Sama Kamu, TTN, dan Ingatlah Hari Ini diaransemen yang siap membuat badan bergoyang.
 
Bertambahnya usia bukan berarti menghambat kreativitas bermusik. Project Pop justru semakin menegaskan jika dirinya salah satu grup vokal jenaka, lucu dan segar yang masih bisa eksis di tengah carut marutnya industri musik. Kehadiran album Move On Lagi secara fisik, bisa menjadi bukti langgengnya mereka di blantika musik Tanah Air.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini