MNCTV Ungkap Keteladanan Walisongo dalam Walisanga

Edi Hidayat, Jurnalis · Rabu 09 Juli 2014 17:35 WIB
https: img.okezone.com content 2014 07 09 533 1010650 RaYdNtBfZ3.jpg MNCTV Ungkap Keteladanan Walisongo dalam Walisanga (Foto: MNCTV)

JAKARTA – Serial religi yang mengangkat kisah keteladanan para Walisanga dalam menyebarkan ajaran Islam akan menyapa pemirsa MNCTV dengan judul Walisanga.

 

Serial yang akan ditayangkan setiap hari pukul 03.00-04.00 WIB itu akan diperankan beberapa artis Tanah Air seperti David Chalik, Dea Ananda, Limbad, Tabah Penemuan, Panca Prakoso, Lulu Kurnia, dan disutradarai oleh Yoyok Dumprik.

 

Walisanga atau dalam bahasa Jawa disebut Walisongo merupakan tokoh yang berperan sangat besar dalam pengembangan Islam di Indonesia. 'Wali' berasal dari perkataan Arab, Waliyullah yang memiliki arti, "Orang yang mencintai Allah dan dicintai Allah". Sedangkan 'songo' berasal dari bahasa Jawa yang bermaksud sembilan. Sehingga, "Walisongo" merujuk kepada wali sembilan yakni sembilan orang yang mencintai, dan dicintai Allah.

 

Sembilan tokoh ini dikenal sebagai penyebar agama Islam di Tanah Jawa pada abad ke-14, yang tinggal di tiga wilayah penting pantai Utara Pulau Jawa, yaitu Surabaya-Gresik-Lamongan-Tuban di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, dan Cirebon di Jawa Barat.

 

Peranan yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat para Walisongo lebih banyak disebut dibanding yang lain.

 

Mereka adalah Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel atau Raden Rahmat, Sunan Bonang atau Raden Makhdum Ibrahim, Sunan Drajat atau Raden Qasim, Sunan Kudus atau Ja'far Shadiq, Sunan Giri atau Raden Paku atau Ainul Yaqin, Sunan Kalijaga atau Raden Said, Sunan Muria atau Raden Umar Said, dan Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah.

 

Keseluruhan cerita disajikan berkesinambungan dengan segala konflik syiar yang kuat, sehingga mampu menjadi edukasi. Tayangan ini juga penuh pesan moral, dan nilai-nilai kehidupan.

 

Drama seri ini diawali dengan kisah Sunan Kalijaga, wali yang berjiwa besar, berwawasan luas, berpikiran tajam dan intelek, dan berasal dari suku Jawa asli. Sejak kelahirannya sudah terlihat sosoknya yang berjiwa besar, berwawasan luas, berpikiran tajam dan intelek, dan berasal dari suku Jawa asli.

 

Raden Said mulai melakukan syiar agama. Daerah operasi dakwah Sunan Kalijaga tidak terbatas. Bahkan, sebagai mubaligh, dia berkeliling dari satu daerah ke daerah yang lain. Karena dakwahnya yang intelek, para bangsawan dan cendikiawan sangat simpati kepadanya, termasuk lapisan masyarakat awam dan penguasa.

 

Dari sinilah cerita akan bergulir, setelah kisah tentang Sunan Kalijaga dengan kepribadaiannya. Cerita berlanjut pada wali Allah lainnya, para sahabat setia, para wali yang saling berjamaah bersyiar. Menerpa segala hantaman, ujian dan banyak kejadian demi satu hal, menegakkan dien Allah.

 

Kisah sembilan wali ini digambarkan berseri, dan mengalir.  Setiap episodenya dikemas dengan menampilkan para karomah sang Wali, cara berdakwah, ujian yang dihadapi, dan konflik-konflik kuat selama Sembilan Wali Bersyiar menjadi Wali Allah.

 

Kisah Para Wali setelah Sunan Kalijaga adalah Kisah Sunan Gunung Jati, Sunan Drajat, Sunan Kudus dan Sunan Muria. Semuanya akan menjadi kisah yang mengalir, dan berhubungan satu sama lain.

 

Sedangkan empat wali sebelum Sunan kalijaga, yaitu Sunan Bonang, Sunan Giri, Sunan Ampel dan Maulana Ibrahim akan menjadi kisah yang menjadi kesinambungan dalam tiap episodenya.

(Edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini