nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tantowi Yahya Hibur Penyandang Distabilitas di Monas

Alan Pamungkas, Jurnalis · Minggu 23 Maret 2014 14:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 03 23 33 959444 56sHw8vDZX.jpg Tantowi Yahya (foto: Alan Pamungkas/Okezone)

JAKARTA- Awan mendung dan hujan rintik-rintik menyelimuti kawasan Monas. Walau begitu, artis senior, Tantowi Yahya, tetap semangat dalam menghibur para penyandang disabilitas dari Jakarta Barier Free Tourism.

 

Tantowi, menyanyikan lagu country yang menjadi andalannya seperti lagu "Please Help Me", "I'm Falling", dan beberapa lagu lainnya.

 

Kehadiran Tantowi diundang Jakarta Barier Free Tourism untuk mengetahui kebutuhan para disabilitas menggunakan fasilitas umum. Jakarta yang merupakan ibu kota jauh dari fasiltas yang bisa memanjakan para penyandang disabilitas.

 

"(ini) menunjukkan fasilitas yang disiapkan pemerintah belum memadai. Belum ada keistimewaan untuk mereka karena rentang kecelakaan dan ketidaknyamanan," ungkap Tantowi di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (23/3/2014).

 

Menurut Tantowi yang juga saat ini sebagai anggota DPR, fasilitas bagi disabilitas belum maksimal. Jauh tertinggal dari luar negeri. Jakarta harusnya bisa memanjakan penyandang disabilitas. Untuk itu, Tantowi pun akan memperjuangkan kemauan dan permintaan dari mereka. Agar hak-hak mereka bisa dirasakan.

 

"Bagaimana diskriminasi sering mereka terima, jika melanggar hak mereka hanya sebatas keterbatasan fisik tentu ini melanggar hak asasi mereka, toh mereka juga membayar pajak. Kenyamanan fasilitas juga, harus mereka rasakan, nah masukan-masukan seperti ini menjadi bodal untuk anggota (DPR) kedepan" lanjut Tantowi.

 

Selain menghibur, Tantowi dan komunitas dari Jakarta Barier Free Tourism juga menikmati sejumlah fasilitas untuk membuktikan fasilitas itu layak atau tidak. Seperti trotoar jalan raya sekitar Jalan Merdeka Selatan, kemudian mencoba memasuki Perpustakaan Nasional. Dari melewati jalan itu, trotoar masih belum bersahabat bagi mereka, tingginya trotoar dari jalan salah satu kesulitan. Begitupun saat memasuki Perpustakaan nasional, tak ada jalan khusus untuk penyandang disabilitas.

(uky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini