Piyu Tak Tergiur Jual Album lewat Restoran Cepat Saji

Edi Hidayat, Jurnalis · Selasa 15 Oktober 2013 12:34 WIB
https: img.okezone.com content 2013 10 15 386 881746 s20W7CM5mJ.jpg Piyu (Foto: Elang Riki Yanuar/Okezone)

JAKARTA - Sudah bukan rahasia jika album fisik saat ini tidak bisa diharapkan karena maraknya pembajakan. Salah satu solusi bagi para musisi ialah bekerjasama dengan restoran cepat saji atau waralaba.

Melihat fenomena tersebut, gitaris Padi yang kini tengah menggarap project pribadi, Piyu, mengatakan bila ia akan berpikir terlebih dahulu bila mendapat tawaran dari restoran cepat saji atau waralaba.

"Itu pilihan, kalau masuk situ tapi dirombak musiknya saya akan berpikir dua kali," kata Piyu saat dijumpai di Studio 8 RCTI, Jakarta.

Meskipun begitu, suka atau tidak suka, memang restoran cepat saji atau waralaba seolah menjadi 'oase' di tengah padang pasir. Di tengah merosotnya penjualan fisik akibat pembajakan, restoran dan waralaba ternyata mampu menjual album fisik original musisi dengan jumlah yang tidak sedikit.

Secara bisnis, Piyu sebenarnya tidak menyalahkan mekanisme penjualan album fisik lewat restoran atau waralaba. Ia bahkan mengaku tidak masalah jika mendapatkan tawaran tersebut.

"Secara bisnis saya mau, bisa menghasilkan jutaan copy, tapi kalau itu bagus dan menunjang kita," kata Piyu.

Akan tetapi, Piyu tetap berpikir ulang bila musik yang diusungnya harus dirombak jika masuk restoran atau waralaba.

"Tapi kalau musik atau art-nya harus dirombak saya akan berpikir dua kali ya," pungkasnya.

(rik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini