nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditawar, Pembuat Tato Sebut Justin Bieber Kurang Ajar

Elang Riki Yanuar, Jurnalis · Senin 01 April 2013 08:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2013 03 30 532 783792 qMIHqDHGwp.jpg Justin Bieber (Foto: reuters)

LONDON- Seorang seniman tato bernama Guy Sahar dongkol bukan main dengan Justin Bieber. Sahar merupakan orang yang membuatkan tato saat Justin Bieber sedang melakoni tur di London.

Ketika sedang menjalani tur di London, Justin menghubungi sebuah studio tato untuk mengirim orang ke hotel tempatnya menginap. Bekas kekasih Selena Gomez itu ingin dibuatkan tato baru di tubuhnya.

“Awalnya aku diberitahu untuk pergi ke hotel tempat Justin pada pukul 7 malam oleh salah satu stafnya. Tapi kemudian aku ditelepon kembali dan diminta untuk siaga sepanjang malam,” ujar Sahar seperti dikutip Digitalspy, Senin (1/4/2013).

“Akhirnya aku dipanggil ke hotel pukul 6 pagi. Aku diberitahu kalau uang bukanlah masalah, jadi kami tidak membahas soal harga,” tandasnya.

Sahar pun datang ke kamar Justin dan melakukan pekerjaannya. Selama bersama Justin dan stafnya, Sahar merasa tidak diperlakukan dengan baik. Bahkan, segelas air pun tidak ditawarkan kepadanya. Padahal, Sahar berada empat jam menghabiskan waktu untuk bekerja.

Parahnya lagi, saat mereka akhirnya mulai bicara harga untuk tato yang telah dibuat, Sahar awalnya memasang harga 1.000 poundsterling. Namun, alangkah kagetnya dia ketika pengawal Justin menolak membayar dengan harga yang sahar berikan.

“Ketika aku bilang untuk tato seperti itu harganya 1.000 poundsterling. Pengawal Justin tidak mau membayarnya. Mereka mencoba menawar harga. Akhirnya aku hanya menerima 500 poundsterling jadi aku bisa segera pergi,” ungkapnya.

Sebagai artis terkenal, uang tentu bukan masalah besar bagi Justin. Apalagi, pihak Justin sudah menyampaikannya dari awal. Sahar pun merasa dongkol karena merasa dibohongi. Sahar punya penilaian terhadap penyanyi 19 tahun itu.

“Pada dasarnya, Justin itu suka melucu dan anak manja yang kurang ajar. Ketika aku berada di sana, aku melihat Justin lempar-lemparan barang dengan asistennya. Itu memalukan,” pungkasnya.

(rik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini