Umat Hindu Desak Sinetron Sembilan Wali Dihentikan

Rohmat, Jurnalis · Senin 06 Agustus 2012 17:18 WIB
https: img.okezone.com content 2012 08 06 33 674025 Ej93XK8xfu.jpg Sembilan Wali (Foto: ist)

DENPASAR- Berbagai komponen masyarakat di Bali mendesak agar tayangan sinetron Sembilan Wali dihentikan karena dinilai telah melecehkan agama dan simbol-simbol agama Hindu.

Massa dari aktivis Mahasiswa Hindu Darma Indonesia Bali (KMHDI), BEM Institut Hindu Darma Indonesia Bali (IHDN), Parisadha Hindu Darma Indonesia (PHDI) Bali, menentang keras sinetron Sembilan Wali yang ditayangkan sejak 9 Juli di stasiun televisi Indosiar.

"Kami telah meminta agar sinetron itu dihentikan, karena terjadi pelecehan penistaan agama Hindu dan simbol-simbolnya. Isi sinetron tersebut bertentangan dengan pokok ajaran agama Hindu," ujar Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Provinsi Bali Komang Suarsana, saat mendampingi massa di Kantor DPRD Bali, Senin (6/8//2012).

Lebih lanjut Komang mengisahkan, sinetron tersebut menceritakan sejarah masuknya Islam di Indonesia yang berhadapan dengan budaya Nusantara saat itu, yang bercorak Hindu. Meski sudah dilayangkan teguran keras pada 21 Agustus, namun tayangan tersebut tetap berlanjut dan tidak digubris, sehingga pihaknya bersama masyarakat mendatangi Wakil Rakyat agar mendukung perjuangan mereka.

Dia meyakini, jalan cerita sinetron telah diseting sehingga terus menempatkan tokoh Hindu dalam bingkai kejahatan dan sebaliknya menempatkan Islam dengan kesucian.

Karena itu, mereka mengancam jika surat teguran dan aspirasi masyarakat tetap tidak diindahkan, maka KPI Bali bersama elemen masyarakat lainnya akan menuntut Indosiar secara hukum.

Protes terhadap stasiun tersebut bukan kali pertama. Sebelumnya juga telah dilayangkan keberatan masyarakat yang dinilai melecehkan Agama Hindu seperti sinetron Angling Dharma dan Tutur Tinular.

Saat menemui mereka, anggota Komisi I DPRD Bali Cok Budi Suryawan mengatakan, pemerintah dan DPRD Bali perlu bersikap tegas menyikapi hal tersebut. Untuk itu, DPRD Bali perlu segera mengeluarkan rekomendasi dan mendesak agar KPI Pusat segera memanggil Indosiar dan meminta untuk menghentikan segera siaran tersebut.

(rik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini