Malapraktik, David "Peterpan" Laporkan Dokter RR ke Polisi

Iman Herdiana, Jurnalis · Senin 14 Mei 2012 12:25 WIB
https: img.okezone.com content 2012 05 14 33 629180 QcpYyQtnD3.jpg David & kuasa hukumnya (Foto: Iman Herdiana)

BANDUNG - David Kurnia Albert (30) alias David "Peterpan" resmi melaporkan seorang dokter dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, yakni dr RR, yang diduga melakukan malapraktik.

Didampingi kuasa hukumnya, Monang Saragih, dan ayahnya, Didi Albert, David tiba ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, sekira pukul 11.00 WIB. Mantan keyboardist Peterpan itu mengenakan kemeja lengan panjang putih kotak-kotak.

Di Kantor SPKT tersebut, Monang Saragih menyampaikan laporan dugaan malpraktik yang dilakukan dr RR.

Laporan David bernomor LP/1322/V/2012/JBR/Polrestabes dengan dasar pasal 360 KUHP jo UU 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. Pasal ini soal tindakan medis, yang meskipun tidak sengaja tetapi menimbulkan luka berat bagi pasiennya, dan bisa dipidanakan.

Monang menjelaskan, akibat operasi tersebut David mengalami luka parah berupa kebocoran empedu. David harus menjalani operasi perbaikan di Rumah Sakit Advent untuk membersihkan racun akibat kebocoran empedu tersebut.

"Laporan ini akibat kelalaian berat dan ceroboh oleh dokter RSHS," kata Monang, usai melaporkan dugaan malapraktik.

Menurutnya, kliennya menjalani operasi laparaskopi yang sebenarnya tindakan medis aman dan nyaman.

"Katanya operasi aman dan nyaman dan tak sakit. Tapi setelah operasi, sakitnya luar biasa," jelas Monang.

Dr RR merupakan dokter yang menangani David untuk menjalani operasi pengangkatan batu empedu. Belakangan, operasi ini menyebabkan David harus menjalani operasi perbaikan di RS Advent Bandung.

Kasus operasi batu empedu yang dijalani David di RSHS terjadi pada Juni 2011 lalu. Operasi laparaskopi (operasi kecil) ini ditangani dr RR.

Selesai operasi di RSHS, kondisi David makin memburuk. Pihak David berusaha menghubungi dr RR namun tidak mendapat jawaban memuaskan. Lalu, pihak David membawa David ke RS Advent Bandung untuk menjalani operasi kembali.

Di RS Advent, David harus kembali menjalani operasi kebocoran empedu yang racunnya tumpah ke jaringan perut hingga menyebabkan infeksi di bagian lever, ginjal, usus, limpa, paru kanan, dan jantung kanan.

Pada Agustus 2011, kondisi David sudah mulai stabil. Pihak David berusaha meminta penjelasan dari RSHS terkait operasi yang dilakukan dr RR. Pihak David ingin meminta klarifikasi. Namun jawaban dari pihak RSHS tidak memuaskan.

Akhirnya pada 20 dan 28 April 2012, David dan pengacaranya, Monang Saragih, melayangkan somasi kepada RSHS. Somasi tak digubris, David kini melayangkan gugatan kepada RSHS.

Sementara pihak RSHS melalui kuasa hukumnya, Benny Wullur, membantah telah melakukan malpraktik. Menurutnya, apa yang terjadi dengan David adalah risiko medis, di mana pihak yang bertanggung jawab adalah dokter yang melakukan tindakan medis.

(nsa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini