David "Peterpan" Gugat RSHS Hari Ini

Iman Herdiana, Jurnalis · Senin 14 Mei 2012 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2012 05 14 33 629040 3vM950neNM.jpg David Peterpan (Foto: Ist)

BANDUNG - David Kurnia Albert, eks keyboardist Peterpan akhirnya menggugat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung terkait dugaan malapraktik yang menimpanya.

Kuasa hukum David, Monang Saragih menjelaskan, gugatan dilayangkan kliennya karena tidak ada itikad baik dari RSHS untuk menyelesaikan dugaan malapraktik secara kekeluargaan.

Hari ini, pihaknya akan mendatangi Mapolrestabes Bandung untuk melaporkan dokter yang mengoperasi David "Peterpan" di RSHS, yakni dr RR. Gugatan perdata sebesar Rp5 miliar.

"Setelah melaporkan dokter RR, langkah hukum selanjutnya melaporkan pihak manajemen RSHS ke Pengadilan Negeri (PN) Bandung," kata Monang, kepada wartawan via telepon. 

Selanjutnya, beberapa hari setelah melaporkan dr RR, pihaknya baru akan menggugat RSHS secara perdata dan dr RR ke PN Bandung. 

Monang menuturkan, kasus ini bermula pada Juni 2011. Saat itu, kliennya menjalani operasi bedah laparoskopi atau operasi kecil pengangkatan batu empedu.

Setelah operasi, klien saya mengeluh sakit. "Eh, si dokter Reno malah bilang jangan cengeng, harus banyak bergerak. Ini biasa kalau sudah operasi," tutur Monang.

Lanjut Monang, tiga atau empat hari setelah operasi, kliennya mengeluh sakit luar biasa. Lantas, ayahanda David menelepon dr RR. Tetapi dr RR malah bilang David akan ditangani dokter jaga, bukan dirinya.    

Maka, keluarga David lebih memilih untuk membawanya ke RS Advent Bandung. Di rumah sakit swasta itu, David harus menjalani operasi besar kebocoran empedu akibat operasi pertama.

Dengan tindakan itu, dia menilai sikap dr RR menyepelekan kliennya. Pihaknya sangat menyayangkan pelayanan dan sikap RSHS karena operasi bedah laparoskopi merupakan operasi ringan jika ditangani dengan baik.    

"Pelayanan dari RSHS yang sangat kita sesalkan, ini kan operasi ringan. Tapi kondisi klien saya malah semakin parah usai dioperasi tersebut," sesalnya.

(nsa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini