Pengacara: Risiko Medis David "Peterpan", Sudah Jelas Penanggungjawabnya

Iman Herdiana, Jurnalis · Kamis 10 Mei 2012 09:20 WIB
https: img.okezone.com content 2012 05 10 33 627025 rpGZN3tT5E.jpg David (Foto: Ist)

BANDUNG - David, eks keyboardis Peterpan tetap memperjuangkan kerugian akibat dugaan malpraktek yang dilakukan salah satu dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Kuasa hukum David, Monang Saragih menegaskan, harus ada yang bertanggung jawab terhadap risiko medis yang dialami kliennya. Yaitu dokter RSHS Bandung yang melakukan operasi laparaskopi terhadap David, dr RR.

 

Monang menuturkan, pada 3 Mei lalu, pihak David dan RSHS melakukan pertemuan. Pihak RSHS berdalih, bahwa yang dialami David dalam menjalani operasi batu empedu merupakan risiko medis, bukan malpraktek.

 

"Lalu saya tanya kalau risiko medis siapa yang bertanggung jawab. Mereka menjawab, yang tanggung jawab ya dokter yang melakukan operasi. Jadi kan sudah jelas tanggung jawabnya mana?," ungkap Monang, yang ditemani David "Peterpan" dan ayahnya, Didi Albertdi, di Jalan Lombok, Bandung, Rabu 9 Mei 2012, malam.

 

Monang menegaskan, risiko medis adalah kelalaian. Risiko medis bisa diperkara hukumkan, salah satunya dengan somasi.

 

Lebih lanjut Monang mengungkapkan, dalam kasus David setelah menjalani operasi kecil pengangkatan batu empedu di RSHS, ternyata ada kebocoran empedu hingga meracuni organ tubuh David.

 

"Bagi saya risiko medis itu kelalaian," tegasnya.

 

Untuk menuntut pertanggungjawaban RSHS, pihaknya sudah dua kali melayangkan somasi. Somasi pertama pada 20 April dan yang kedua 28 April 2012.

 

Sebelumnya, kuasa hukum RSHS menyatakan apa yang dialami David adalah risiko medis. Dia menegaskan, RSHS dalam kasus David tidak melakukan malpraktek.

 

"Tidak ada malpraktek, ini risiko medis yang bisa menimpa siapapun dan di manapun," kata Benny.

 

David pada Juni 2011 menjalani operasi empedu di RSHS yang ditangani dr RR. Namun setelah operasi, David justru kesakitan, bahkan hingga pingsan. David dioperasi lagi di RS Advent Bandung hingga sembuh.

(ega)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini