Game of Thrones, Film Fantasi dalam Serial Televisi

Mega Laraswati, Jurnalis · Minggu 17 Juli 2011 16:55 WIB
https: img.okezone.com content 2011 07 17 206 480820 5Zi9BGOsk7.jpg Game of Thrones (Foto: Google)

BANDUNG - Serial televisi “Game of Thrones” akan tayang perdana di Home Box Office (HBO), 28 Agustus 2011. Film ini berlatarbelakang kerajaan dengan berbagai intrik politik dalam perebutan kekuasaan.

 

Game of Thrones merupakan film epik fantasi yang diangkat dari serial buku fantasi terlaris George R. R. Martin berjudul “A Song on Ice And Fire”. Serial HBO Original sepuluh episode ini akan tayang selama lima pekan, mulai pukul 21.00 WIB.

 

Film ini berkisah tentang sebuah negeri di mana musim panas berjalan selama beberapa hari dekade dan musim dingin bisa berlangsung seumur hidup, perjuangan untuk meraih Iron Throne dimulai. Ketika dua keluarga berpengaruh terlibat dalam perebutan kekuasaan berdarah, seluruh raja dan ratu, para ksatria dan pembangkang, kaum pendusta, kalangan bangsawan dan orang-orang jujur, semuanya akan ikut persaingan tahta, “Game of Thrones”.

 

King Robert Baratheon yang menikahi Cersei Lannister dari klan kaya dan licik Lannister, memerintahkan Lord Eddard “Ned” Stark untuk menuju daerah selatan dan membantunya menjalankan kerajaan setelah kematian misterius orang kepercayaannya. Sementara itu, muncul ancaman dari wilayah timur terhadap tahta negeri Westeros, dipimpin Putri Dasnerys Targaryen dan saudara kembarnya Viserys yang masih remaja dan selama ini diasingkan oleh pihak kerajaan. Keluarga Targaryen-lah yang dulunya memerintah kerajaan selama bertahun-tahun sebelum terjadi pengusiran berdarah terhadap mereka. Beredar pula rumor tentang kejadian-kejadian aneh di perbatasan kerajaan, di utara The Wall, tempat Jon Snow-anak haram Ned, menjadi anggota persaudaraan Night’s Watch, kelompok yang bersumpah melindungi kerajaan.

 

Film ini mengambil lokasi syuting di Paint Hall Studio, Beatfast, Irlandia Utara, serta mengambil tempat di berbagai wilayah tersebut. Selain itu, banyak karakter juga melibatkan para pemain, seperti Sean Bean, Lena Heady, Peter Dinklage, dan pendatang baru Emilia Clarke. Seperti dikatakan Eksekutif Produser “Game of Thrones” David Benioff, banyaknya karakter itulah yang membuat film tersebut menarik.

 

“Sebuah cerita yang sangat kaya dan memiliki begitu banyak karakter, keberagaman sudut pandang, dan narasi yang semuanya dijalin dengan keahlian luar biasa,” kata Benioff.

 

Tak hanya itu, untuk menciptakan imajinasi yang sempurna dalam film fantasi ini, mereka juga total mewujudkan keseluruhan cerita dalam novel ini.

 

“Fantasi merupakan salah satu genre paling sukses dalam sejarah penceritaan, tetapi tak ada seorang pun bisa melakukannya dengan cara HBO yang berfokus pada karakter dan situasi psikologis ketimbang penampakan di luarnya saja. Mengetahui sejak awal bentuk penting cerita dari keseluruhan serial ini adalah kemewahan yang luar biasa bagi kami sebagai pengadaptasian dari materi buku Martin,” ujar Benioff.

 

Peperangan antar kekerajaan ini pastinya sarat tayangan berdarah. Untuk itulah, film ini sangat tidak mungkin ditonton anak-anak. HBO Asia sendiri sudah mengantisipasi terjadinya pemotongan scene film di “Game of Thrones” ketika masuk ke Indonesia.

 

“Kita selalu beradaptasi dengan budaya masing-masing negara. Hal pemotongan adegan kekerasan itu sudah menjadi perhatian kami sejak awal. Untuk itu, kami sendiri memilih mengatur jadwal tayang pada pukul 21.00. Di mana jam tersebut tidak dalam waktu anak-anak menonton televisi,” papar Karen Lai selaku Director Communications HBO Asia dalam jumpa pers di Kampung Daun, Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/7/2011).

 

Baru-baru ini, “Game of Thrones” berhasil mendapatkan 13 nominasi dalam penghargaan bergengsi serial televisi “Emmy Awards 2011”, salah satu di antaranya untuk kategori “Outstanding Drama Series”.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini