nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Suami Ruth Sahanaya Bantah Menipu

Elang Riki Yanuar, Jurnalis · Kamis 28 April 2011 18:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2011 04 28 33 451153 6JAj8VAodo.jpg Jeffry Waworuntu (Foto:Arie Yudhistira/Koran SI)

JAKARTA - Jeffry Waworuntu harus berurusan dengan polisi karena dituduh memalsukan data keuangan dalam konser istrinya, Ruth Sahanaya. Jeffry membantah semua tuduhan.

"Saya ingin tegaskan apa yang diberitakan bapak Suryanto itu tidak benar. Saya melihat dia sebagai orang yang mau berusaha menyelesaikan utang-utangnya," bantah Jeffry saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (28/4/2011).

Menurut Jeffry, masalah berawal ketika dirinya sebagai manajer akan menggelar konser Ruth Sahanaya pada November 2010. Saat itu, Jeffry menjelaskan biaya total konser Rp2,4 miliar kepada Suryanto. Kemudian ternyata Suryanto hanya mampu sanggup membayar setengahnya.

"Dalam pelaksanaan konser, pihak Suryanto tidak mampu melaksanakan kewajiban tersebut. Awalnya, dia menyanggupi membayari seluruh konsep 'Konser 25 Ruth Sahanaya' sebesar Rp2,4 miliar. Namun di tengah jalan, dia hanya mampu membayar separuh dari kewajiban yang sebenarnya yaitu Rp1,3 miliar," paparnya.

Setelah konser, panitia mendapat pemasukan sebesar Rp1,5 miliar dari penjualan tiket dan sponsor. Namun, kesalahpahaman terjadi ketika Suryanto mengira Rp1,5 miliar itu merupakan keuntungan konser yang menjadi haknya sesuai perjanjian dengan Jeffry.

"Dari penjualan tiket dan sponsor konser Ruth Sahanaya mendapat pemasukan Rp1,5 miliar. Perlu diketahui, ini belum termasuk pajak tontonan. Pertanyaan saya sekarang, keuntungan Rp1,5 miliar yang diklaim bapak SW itu hitungannya dari mana? Jadi, saya melihat bahwa sekali lagi masalah ini bukan masalah besar. Seharusnya kita bisa dibicarakan dengan baik," sesalnya.

Seperti diberitakan, Jeffry dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh kuasa hukum SW dengan nomor laporan 1454/IV/ 2011/PMJ/Ditreskrim UM, Rabu, 27 April. Jeffry dijerat dua pasal yaitu, 263 KUHP tentang pemalsuan dan pasal 378 KUHP tentang penipuan.

(ang)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini