Divonis 6 Tahun, Ibra Azhari Banding

Johan Sompotan, Jurnalis · Rabu 06 April 2011 18:51 WIB
https: img.okezone.com content 2011 04 06 33 443259 R5awcgw0ee.jpg Ibra Azhari. (Foto: Johan Sompotan/Okezone)

JAKARTA -  Seakan tidak puas dengan putusan dari Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar), artis Ibra Azhari berniat mengajukan banding.

"Saya akan banding. Saya tidak puas dengan hasil seperti ini," ucap Ibra Azhari saat di PN Jakarta Barat, Jalan Letjen S Parman, Grogol, Jakarta Barat, Rabu (6/4/2011).

Ketika ditanya soal putusan 6 tahun penjara, adik Ayu Azhari ini hanya diam seribu bahasa.

"Saya enggak bisa komentar, Saya masih nafsu (geram) sekali sama hakim atas putusan tadi," bebernya.

Baginya, apa yang didakwakan terhadap dirinya tidak ada yang sesuai akan. Akan tetapi Ibra melihat ada kesan yang dipaksakan dalam perjalanan kasusnya.

"Semua dakwaan jaksa enggak ada yang benar, seharusnya saya dibebaskan dan dakwaan jaksa tidak benar. Dakwaan jaksa kan (pasal) 112, justru itu tidak terbukti," tukasnya.

Kecurigaan adanya kesan dipaksakan sudah terlihat, sejak dia ditangkap dan menjalani pemeriksaan di kepolisian. "Waktu di polisi saja, saya dibilang bersalah. Belum diputus saja, saya sudah dibilang salah," tutupnya berlalu.

Seperti diketahui, Ibra Azhari kembali ditangkap polisi akibat kepemilikan narkoba jenis sabu, di SPBU Jalan Sun Set Seminyak, Denpasar, Bali, bersama seorang wanita berumur 39 tahun, Merry Triana.

Proses penangkapan berawal dari temuan Polres Jakbar di sebuah perusahaan paket di kawasan Jakarta Barat, Senin, 23 Agustus, pukul 14.00 WIB. Ada salah satu paket yang mencurigakan dialamatkan kepada Luthfie Amir, di Jalan Bali Deli, Gedung Nusa Timur No 1-2, Seminyak, Bali.

Setelah anggota Polres Jakbar disaksikan oleh saksi membuka bungkus paket tersebut, ternyata di dalamnya terdapat satu paket narkoba jenis sabu dengan berat brutto 5 gram. Selanjutnya, barang tersebut dibawa polisi ke Bali menuju perusahaan pengiriman barang tersebut di Denpasar.

Paket tersebut diambil oleh tersangka Merry. Polisi akhirnya melakukan penangkapan. Merry dan Ibra dibawa ke Jakarta guna dilakukan pemeriksaan. Ibra diketahui memesan sabu via telepon. Ibra dikenakan pasal 112 ayat 1 UU RI No 35, tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun.

(nov)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini